Array
(
    [data] => Array
        (
            [post_id] => 6025
            [type_id] => 1
            [user_id] => 4887
            [status_id] => 1
            [category_id] => 79
            [project_id] => 0
            [title] => Penyembah Berhala
            [content] => 

Kita hidup seperti tiada pencipta

Tak menyadari bahwa kita sedang menyembah berhala

Menghamba kepada tuhan yang kita ciptakan melalui pikiran yang menganga

Kita hanya berdoa untuk meminta

Apakah ini pantas disebut cinta seorang hamba?

Segumpal rasa yang terbuat dari getir-getir ketakutan dan desir-desir keraguan,

Serta didorong oleh bulir-bulir ketamakan untuk menguasai dunia

Semua orang merasa..

Tapi sedikit yang menyadari rasa..

Sangat sedikit yang mengamati rasa..

Tak banyak yang mengetahui bahwa dirinya adalah substansi yang melampaui rasa

Kita terpesona pada rasa-rasa,

Bukan pada jeda diantara rasa

Kita masih terjebak pada rasa-rasa,

Sehingga sulit menyatu dengan cinta yang sesungguhnya

Terkadang aku iri pada sekuntum kamboja

Yang dibasuh hujan pada suatu senja

Merekah tanpa kata-kata

Hening dalam doa

Dan menyatu sempurna dengan Cinta Semesta.

***

Foto dikutip dari:?selingkaran.com

[slug] => penyembah-berhala [url] => [is_commented] => 1 [tags] => [thumb] => file_1456068321.jpg [trending_topic] => 0 [trending_comment] => 0 [total_viewer] => 132 [issued] => 0 [author] => Adi Prayuda [username] => Adi_Prayuda [avatar] => file_1470114060.png [status_name] => published [category_name] => Puisi [type_name] => article [kode_multiple] => [total_comment] => 1 [total_likes] => 2 [created_at] => 2016-02-21T22:25:21+07:00 [updated_at] => 2018-09-08T04:48:40+07:00 [deleted_at] => ) [process_time] => 31.722368ms [status] => 200 )