Iman atau Ego?

Adi Prayuda
Karya Adi Prayuda Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 15 Februari 2016
Iman atau Ego?

Iman atau Ego?

Apakah jika saya mencintai kanan, saya harus membenci kiri?
Apakah jika saya mencintai gelap, saya harus membenci terang?
Apakah jika saya mencintai biru, saya harus membenci sesuatu yang bukan biru?
Apakah jika saya mencintai bunga, saya harus membenci sesuatu yang bukan bunga?
Apakah jika saya mencintai matahari, saya harus membenci bulan?
Apakah jika saya mencintai ketenangan, saya harus membenci keramaian?
Apakah jika saya menganut agama tertentu, saya harus membenci orang-orang yang menganut agama lain?
Apakah jika saya tidak menganut agama tertentu, saya harus membenci orang-orang yang menganut agama?
Apakah jika saya menyebut Tuhan dengan sebuah nama, saya harus marah dan membenci orang lain yang menyebut-Nya penuh cinta dengan nama yang berbeda?
Apakah jika saya mencintai Khrisna, saya harus membenci Muhammad?
Apakah jika saya memuji Kristus, saya tidak boleh menghargai dan memuji Budha?
Apakah jika saya meyakini pahala karma, saya harus marah kepada orang yang tidak meyakininya?
Apakah jika saya percaya kelahiran berulang, saya harus ngotot meyakinkan orang-orang yang tidak mempercayainya?
Apakah jika saya mengetahui ketiadaan diri, saya harus marah kepada orang yang meyakini bahwa diri itu ada dan nyata?
Apakah jika saya mencintai makanan tertentu, saya harus membenci orang-orang yang mengharamkan makanan itu?
Apakah jika saya mengharamkan makanan tertentu, saya harus membenci makanannya dan orang-orang yang memakannya?
Apakah jika saya mencintai kebahagiaan, saya harus membenci kesedihan?
Apakah untuk setiap yang saya imani selalu memunculkan api pada satu sisi di dalam diri?
Apakah setiap rasa cinta yang tumbuh dalam diri terhadap sesuatu harus diiringi hadirnya rasa benci terhadap sesuatu yang lain sebagai bayangannya?
Apakah harus seperti itu polanya?
Apakah itu iman atau semacam jebakan ego?
Mungkinkah pertikaian yang hadir di bumi ini bukan karena orang-orang tidak memiliki rasa cinta, namun memilikinya dan membenci bagian lain dari apa yang dicintainya?
Dan apakah itu memang cinta ataukah kemelekatan dari ego?