Bersedih Saja Dulu...

Adi Prayuda
Karya Adi Prayuda Kategori Inspiratif
dipublikasikan 06 Februari 2018
Bersedih Saja Dulu...

Berapa banyak dari kita yang sedari kecil diajarkan untuk tidak boleh bersedih? Berapa banyak anak laki-laki yang dilarang untuk menangis, sekalipun sedang sedih? Berapa banyak juga anak perempuan yang menerima kata-kata, "Gak usah nangis, malu dilihat orang.."?

Sebagian kita mungkin sudah terlatih untuk menahan kesedihan sedari kanak-kanak. Tidak boleh mengekspresikannya agar tidak membuat malu orang-orang terkasih dan diri sendiri. Kita tumbuh menjadi orang yang sebisa mungkin menghindari kesedihan, dan kalaupun terlanjur sedih, harus sekuat tenaga ditahan dan segera disingkirkan agar tidak berlarut-larut.

Kita pun sebenarnya hidup dalam masyarakat yang dimotivasi untuk terus semangat dan jangan menyerah, apalagi bersedih. "Jangan bersedih, bangkitlah! Hidup harus terus berlanjut. Tuhan pasti punya rencana yang lebih baik dan indah di masa depan." Sering mendengar kata-kata itu, kan?! Seolah kita harus segera bangkit dan buru-buru mengambil hikmah. Namun, itu tentu tidak mudah bagi orang-orang yang sedang mengalami kesedihan. Kita mudah saja mengucapkan kalimat-kalimat itu ketika kita sendiri tidak sedang sedih.

Apakah keberanian seseorang itu dilihat dari seberapa cepatnya dia mengusir kesedihan di dalam dirinya? Atau itu justru sebenarnya tanda dari kepengecutan diri karena tidak berani menghadapi kesedihannya sendiri?

Saya pernah bersedih, dan di masa-masa mendatang mungkin rasa sedih itu akan bertamu lagi. Toh, apa yang salah ketika rasa sedih mengetuk hati kita? Apa dosanya menemani kesedihan kita sendiri? Kenapa sih kita tidak mencoba mengatakan kepada orang yang sedang sedih, "Bersedih saja dulu, tidak perlu ambil hikmah buru-buru. Aku ada disini untuk menemanimu menemani rasa sedihmu..."? Ketika kita sedang merasa sedih, bukankah kata-kata itu yang ingin kita dengar?

***

Photo by Bonnie Kittle on Unsplash

 

  • view 47