Masih Tentang Hujan..

Adi Prayuda
Karya Adi Prayuda Kategori Inspiratif
dipublikasikan 12 Februari 2016
Masih Tentang Hujan..

Saya sedang melintasi sebuah jalan. Mengenakan jas hujan karena?memang hujan sore ini. Tetes-tetes air turun dari langit menuju bumi dengan bebasnya. Namun, tetap patuh terhadap gaya gravitasi, tanpa memilih mau dijatuhkan dimana. Di jalan beraspal-kah? Di sungai-kah? Di tanah-kah? Menyentuh pepohonan-kah? Menyentuh atap rumah-kah? Keikhlasan yang sempurna..

Sepintas saya melihat seorang wanita, berpakaian seragam rapi, baru pulang dari kantor. Disampingnya, seorang satpam memegang payung untuk menahan air hujan agar tidak mengenai tubuh wanita itu. Pemandangan yang tidak aneh sebenarnya. Namun, menarik perhatian saya karena bahasa tubuh wanita itu menunjukkan bahwa tubuhnya tidak nyaman dengan kondisi hujan itu, walaupun sudah ada payung di atas kepalanya. Dia 'menciutkan' tubuhnya, "menarik tubuhnya ke dalam", agar air hujan tidak mengenai tubuhnya, pakaian atau sepatunya. Pola gerak tubuh seperti itu adalah tanda yang khas bila seseorang tidak nyaman atau risih dengan sesuatu di sekitarnya.

Di sudut jalan yang berbeda, sekitar 2 km dari tempat saya melihat wanita yang saya ceritakan sebelumnya, 5 anak kecil laki-laki sedang berhujan-hujanan. Tidak telanjang! Masih mengenakan pakaian lengkap.. Baju kaos dan celana pendek kaos. Mereka tertawa girang, sengaja membiarkan tubuh mereka dibasahi air hujan, bermain becek-becekan. Tubuh mereka 'terbuka', begitu merdeka, entah sedang dimana orang tua mereka.. :D.

Di tempat yang berbeda, dengan kondisi hujan yang sama, hadir dua respon yang berbeda! Hal ini mengingatkan saya, bahwa bukan kondisi eksternal yang menentukan happy atau tidaknya seseorang, ini tentang kondisi internal. Hujan yang sama, namun dimaknai berbeda. Hujan yang sama bisa menghadirkan ketidaknyamanan bagi orang lain dan kebahagiaan bagi orang yang lainnya. Kondisi yang sama bisa menghasilkan respon dan tindakan yang berbeda. Ini baru tentang?hujan..rintik..rintik...belum tentang yang lainnya..Segitu dulu ya..

  • view 151