Sulap Kehidupan

Adi Prayuda
Karya Adi Prayuda Kategori Inspiratif
dipublikasikan 11 Februari 2016
Sulap Kehidupan

Beberapa kali saya menonton pertunjukan sulap, baik secara langsung, maupun melalui tv atau internet. Ada ketakjuban yang berpadu dengan rasa penasaran. Pikiran saya seringkali tidak menemukan jalur logis dari aksi-aksi yang dilakukan pesulap. Itulah yang membuat kekaguman dan keheranan muncul. Namun, apa yang terjadi ketika saya tau 'rahasia sulapnya', entah itu diberi tau langsung oleh pesulapnya atau ada orang lain yang membongkarnya? Saya tentu saja merasa senang karena sudah tau rahasianya, tapi yang terjadi selanjutnya adalah kekaguman dan ketakjuban saya perlahan-lahan berkurang dan hilang. Bila suatu saat ada orang yang memainkan sulap yang saya sudah ketahui rahasianya, tidak ada keheranan dan penasaran lagi. Biasa-biasa saja.

Saya kemudian berpikir, sebenarnya ketika saya tidak menemukan jalur logis dari suatu keadaan, ketika saya tidak tau rahasia dari sesuatu, itu bukan keadaan yang buruk-buruk amat kok. Justru keadaan itu memberi ruang bagi kekaguman dan ketakjuban untuk hadir. Begitu pun dengan kehidupan kita. Kehidupan bisa menjadi momen yang mengagumkan karena ada ruang dan waktu yang tidak akan pernah kita ketahui rahasianya, seberapa pun kerasnya kita mencoba. Akan tetapi, sebagian orang merasa yakin sesuatu akan terjadi, berdebat tentang prediksi-prediksi, dan berusaha membuat sesuatu yang sangat tidak pasti menjadi tampak pasti.

Ketika kita khawatir akan masa depan, kita mulai membuat prediksi, setelah itu perencanaan, setelah itu ketakutan sendiri dengan rencana yang kita buat. Kita dibuat takut bukan oleh ?masa depan?, tapi oleh PIKIRAN KITA sendiri akan masa depan. Apakah masa depan yang kita pikirkan itu benar-benar akan terwujud? Bisa saja, tapi dalam banyak hal, apa yang kita pikirkan tentang masa depan justru tidak terwujud persis seperti itu! Seringnya justru berbeda sama sekali. Namun, jangan salah paham dulu, ini bukan berarti membuat perencanaan itu tidak baik. Orang-orang ?seperti kita?; yang hidup dalam dunia modern, bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup atau belajar di sekolah/kampus untuk meningkatkan kualitas diri, tidak menjalani kehidupan pertapaan; telah begitu banyaknya ?dijejali? ilmu tentang perencanaan dan perhitungan. Ilmu-ilmu tersebut sangat bermanfaat, banyak terbukti memudahkan, dan bahkan menyelamatkan kehidupan kita. Namun, kita juga jangan anti terhadap orang-orang yang menjalani hidup dengan konsep ?TANPA TUJUAN? dan ?TANPA RENCANA?. Justru orang-orang seperti itu melihat lebih banyak ?keajaiban? dalam hidup mereka. Silakan berencana, tapi jangan ?melekat? terhadap rencana tersebut. Kemelekatan adalah kata lain dari penderitaan.

Ini yang saya pikir penting. Kehidupan justru kehilangan maknanya ketika 'ketidakpastiannya' itu dimanipulasi oleh pikiran kita sendiri. Begitu pula dalam cinta dan kebahagiaan. Pikiran kita senang yang pasti-pasti aja karena, dalam ketidakpastian, pikiran tidak memiliki 'tempat untuk bersandar'. Lalu, dimana letak keindahan bila segala sesuatunya kita analisis? Dari mana kekaguman bisa muncul bila kita sudah tau semua 'rahasia' masa depan? Kadangkala, cara terbaik untuk menikmati kehidupan ini adalah membiarkan apa yang menjadi rahasia tetap menjadi rahasia, dan menjalani hidup yang ada di saat ini dengan membawa kantong-kantong kekaguman dan rasa syukur.

Biarlah hidup tetap menjadi hidup dengan rahasianya sendiri dan biarkan cinta tetap memiliki ruang yang tidak kita ketahui, agar kita bisa selalu tumbuh dalam kekaguman satu sama lain. Dan cinta tetaplah cinta, sekalipun tanpa kata-kata, tak kan berkurang sehelaipun maknanya.

?

?Banyak hal yang bisa kita rencanakan dalam hidup, tapi mencintai seseorang dan berbahagia dengan rasa cinta itu bukanlah salah satunya.?

  • view 104