Kamu (AKAN) Senang??

Adi Prayuda
Karya Adi Prayuda Kategori Inspiratif
dipublikasikan 11 Februari 2016
Kamu (AKAN) Senang??

Saya ingat dulu ketika kecil, ada makanan ringan yang saya sukai. Suka banget, enak rasanya. Suatu hari saya pernah ke supermarket, makanan ringan itu masih diproduksi, dengan kemasan yang berbeda, menyesuaikan dengan jaman, agar terlihat kekinian. Saya beli dan saya cicipi, kemudian saya renungi...rasanya tidak banyak berubah..haha. Tapi ada yang tidak lagi sama. Rasa senang ketika saya makan makanan itu sewaktu kecil dengan sekarang sangat berbeda. Makanan ringannya sama, rasa senangnya berbeda. Ini sepele, tapi sangat fundamental. Rasa senangnya tidak ada di makanan itu, kan?! Tapi ada dalam diri saya. Tercipta karena asosiasi tertentu yang dibentuk oleh pikiran saya terhadap makanan itu.

So, sebenarnya kita sudah sama-sama tau, cuma masih sering tertipu. Ya, ditipu pikiran kita sendiri.. :). Lebih tepatnya sering tidak sadar. Senang dan sedih muncul bukan semata-mata karena suatu keadaan eksternal tertentu, tapi karena asosiasi yang terbentuk antara pikiran dan keadaan tersebut. Sehingga yang perlu dicermati bukan hanya keadaannya, tapi asosiasi apa yang dirajut pikiran kita sehingga muncul suatu perasaan tertentu dari dalam diri.

Tidak jarang dulu saya berpikir bahwa ketika saya memiliki ini atau itu, saya akan senang. Ketika saya menguasai ini atau itu, saya akan senang. Memang iya saya senang pada akhirnya, tapi setelah itu...membiasa. Saya masih memiliki benda-benda yang dulu saya inginkan, yang saya harapkan bisa memberi saya kesenangan, ketika saya pandangi sekarang, biasa saja. Setelah saya minta benda itu membuat saya senang, ternyata tidak bisa..haha. Ini karena pikiran sudah punya 'hal lain' yang lebih seru lagi. Kecuali ada sesuatu yang saya lakukan dengansadar terhadap asosiasi yang dibentuk pikiran saya. Jadi, untuk semua mimpi, keinginan, kenangan, dan apapun yang kita 'miliki' saat ini, sumber dari rasa senang dan sedihnya adanya di dalam diri, bukan di luar, apalagi di tetangga!

  • view 79