Jika Punya Pintu Kemana Saja, Kamu mau Kemana?

Adi Prayuda
Karya Adi Prayuda Kategori Inspiratif
dipublikasikan 10 Februari 2016
Jika Punya Pintu Kemana Saja, Kamu mau Kemana?

Saya senang sekali mengunjungi tempat baru, melihat pemandangan alam, dan mencicipi kuliner khas suatu daerah. Dengan bepergian ke berbagai tempat, wawasan saya bertambah, bertemu dengan orang-orang baru dan mengenal budaya-budaya baru. Singkatnya, saya senang jalan-jalan.

Suatu ketika, saya bayangkan diri saya memiliki pintu kemana saja-nya Doraemon. Saya bayangkan lagi pintu itu berwarna pink dan ketika saya buka, saya langsung berada di tempat yang saya inginkan. Mulailah saya bayangkan tempat mana saja yang ingin saya kunjungi. Muncul banyak sekali nama, mulai dari daerah-daerah di dalam negeri sampai luar negeri.

Karena saking banyaknya tempat yang ingin saya kunjungi, saya batasi khayalan saya tentang pintu ajaib ini. Saya konsep bahwa pintu ini hanya bisa 1 kali saja dipakai, untuk masuk ke tempat yang saya inginkan dan kembali ke tempat saya semula. Hanya 1 kali pakai saja, masuk dan kemudian kembali. Dengan begitu, saya betul-betul memikirkan tempat yang paling penting yang akan saya kunjungi. Mulailah berkurang beberapa tempat dalam daftar khayalan saya.

Tapi ternyata masih lumayan banyak tempat yang ingin saya kunjungi, terutama bersama orang-orang terdekat. Mulailah saya konsepkan lagi batasan pintu ajaib ini. Pintu ajaib ini hanya bisa dilewati oleh saya sendiri, hanya saya sendiri. Jadi, saya tidak bisa mengajak siapa-siapa, termasuk keluarga saya sendiri. Nah loh?! Mulai terasa pusing. Apa enaknya pergi jalan-jalan tanpa mengajak teman-teman atau keluarga? Mana bisa maksimal happy-nya? Perlahan mulai saya sadari bahwa tempat-tempat baru dan pemandangan yang indah-indah itu memang menyegarkan mata, tapi keberadaan orang-orang terdekat ke tempat-tempat tersebut menyegarkan hati. Saya jelas memilih yang menyegarkan hati..karena hati ukurannya lebih besar dibandingkan mata..hehehe

Dengan tambahan konsep baru itu, mulai banyak tempat yang berkurang..berkurang terus..berkurang terus..sampai akhirnya hanya tersisa satu tempat. Rasanya enak sekali memilih satu tempat seperti ini. Tidak menimbulkan sakit kepala dan kegalauan:) Setelah memantapkan hati, mulailah saya melangkah melewati pintu ajaib itu. Perlahan saya melihat pemandangan yang tidak begitu luas, tidak lebih luas dari gunung-gunung yang pernah saya daki, tidak lebih luas dari laut-laut yang pernah saya kunjungi, tidak bising dengan suara ombak dan kicau burung, hanya senyum beberapa orang saja..benar-benar beberapa orang saja. Beberapa orang yang masih bisa saya lihat dan saya peluk. Masih bisa saya ajak bicara dan bercanda. Saya berada di sebuah rumah yang tidak begitu luas, namun hangat oleh kasih sayang keluarga.

Sejauh apapun kita berkelana, menuntut ilmu, ataupun bekerja, rumah yang ditinggali oleh orang-orang yang kita sayang dan menyayangi kita adalah tempat terindah. Bukan semata-mata karena tempatnya, tapi kehangatan cinta yang diberikan orang-orang tersebut yang menyelimuti hati kita. So, bersama siapa kita berada itu jauh lebih penting dibandingkan dimana kita berada. Thanks to Doraemon. Lain waktu kita berkhayal lagi ya..!

  • view 214