Agama adanya di Kamar Mandi

Adi Prayuda
Karya Adi Prayuda Kategori Agama
dipublikasikan 10 Februari 2016
Agama adanya di Kamar Mandi

Sekumpulan anak-anak SMP di sebuah sekolah sudah memasuki ruang kelasnya yang baru. Mereka baru saja menikmati liburan panjang kenaikan kelas. Beberapa bulan yang lalu mereka masih duduk di bangku SD. Sekarang mereka saling bertemu dengan teman-teman baru.

Pagi ini, tepat pukul 7, di sebuah kelas akan diajarkan pelajaran agama. Semua wajah terlihat ceria. Mereka begitu bersemangat menyambut mata pelajaran pertama mereka. Seorang pak guru memasuki ruang kelas. Wajahnya begitu ramah dan teduh. Setelah mengucapkan salam, memperkenalkan diri, dan mengabsen anak-anak dalam kelas, pak guru meminta semua anak menuju kamar mandi sekolah dan bersama-sama membersihkannya. Ada beberapa kamar mandi di sekolah tersebut. Murid-murid diminta untuk membuat kelompok. Semua alat kebersihan sudah disediakan oleh pak guru. Mereka hanya tinggal melangkahkan kaki ke kamar mandi dan mulai membersihkan lantai, bak mandi, dan sebagainya.

Sebagian besar murid di kelas tersebut kebingungan, tapi belum ada yang berani menyampaikannya kepada pak guru. Selang beberapa saat, seorang murid laki-laki mengangkat tangan kanannya dan bertanya kepada pak guru,

"Pak guru, bukankah pagi ini kita belajar pelajaran agama?"

"Iya, betul sekali..dan kita akan mulai belajar agama dari kamar mandi sekolah kita," pak guru menjawabnya sambil tersenyum.

"Tapi kok malah bersih-bersih kamar mandi, Pak? Kita gak jadi belajar agama?"

"Justru melalui bersih-bersih itulah kita belajar agama. Kebersihan adalah sebagian dari iman. Agama tidak hanya ada di kelas, tidak hanya ada di buku pelajaran agama, tidak hanya ada di kitab suci, tapi ada dimana-mana, bahkan di kamar mandi. Membersihkan kamar mandi mengajarkan kita 'membersihkan tempat' yang paling sering kita gunakan untuk 'membuang kotoran'. Kita belajar untuk 'membersihkan kotoran', bukan 'memaki kotoran', bukan 'merendahkan kotoran', bukan 'mengharamkan kotoran'. Tidak sedikit orang belajar agama, tapi lebih memilih untuk 'memaki', 'merendahkan', dan 'mengharamkan', daripada 'membersihkan'. Melalui membersihkan kamar mandi, kita belajar untuk tidak cepat 'menyalahkan' orang lain, karena bisa jadi 'kotoran' yang ada di kamar mandi adalah 'kotoran' yang kita buat sendiri."

Murid-murid terdiam dan segera meninggalkan ruang kelas...menuju tempat mereka belajar agama!

  • view 180