Jangan Main di Tanah, Kotor!

Adi Prayuda
Karya Adi Prayuda Kategori Inspiratif
dipublikasikan 05 April 2017
Jangan Main di Tanah, Kotor!

Seorang anak kecil, yang sedang asyik bermain di tanah, diteriaki ibunya, "Jangan main di tanah, kotor!" Anak tersebut seketika berhenti bermain dan kegembiraannya lenyap terkubur. Berdiri dengan lesu, kemudian melepas baju dan celananya yang kotor. Tidak lupa juga dia mencuci tangannya dengan sabun sampai bersih. Semenjak itu, di benaknya, tanah itu kotor.

Ketika suatu hari sang anak bermain di taman, dia melihat bunga-bunga yang indah. Berwarna-warni dan mengeluarkan aroma yang wangi. Dia melihat ke bawah, melihat tanah, tempat bunga-bunga yang beraneka rupa ini tumbuh. Sesuatu yang selama ini dia sangka kotor mampu menjadi tempat tumbuhnya keindahan yang luar biasa. Dia mulai berpikir, bukan tanah yang kotor. Tanah hanyalah tanah. Kotor adalah konsep lain yang dilekatkannya kepada tanah.

***

Dalam hidup ini kita sering melekatkan sesuatu dengan sesuatu yang lain. Menjadi konsep di dalam benak, tersimpan lama, dan menjadi penentu sikap kita. Uang haram, apakah uangnya yang haram? Uang adalah uang. Yang haram adalah sikap dan cara kita mendapatkannya. Kata-kata kasar, apakah kata-katanya yang kasar? Kata-kata hanyalah kata-kata. Kasar adalah cara kita menggunakannya. 

Terkadang, asosiasi atau pelekatan yang kita lakukan terhadap sesuatu dimaksudkan untuk menyederhanakan sesuatu, tapi bisa juga untuk melindungi diri kita sendiri. Menjaga agar ego diri ini tetap benar, sehingga dilekatkanlah sesuatu dengan sesuatu di luar diri kita. Sama seperti ketika kita terjatuh dan mulai menyalahkan kalau lantainya yang nakal. Bukan kita.

 

  • view 172