Cinta Tidak Butuh Kesabaran

Adi Prayuda
Karya Adi Prayuda Kategori Inspiratif
dipublikasikan 31 Maret 2017
Cinta Tidak Butuh Kesabaran

Tidak sedikit orang yang awalnya saling mencintai, kemudian harus berpisah karena beberapa hal yang sudah tidak bisa disamakan lagi. Sudah tidak sejalan lagi. Ada yang merasa sudah ‘mati-matian’  berusaha sabar, namun kesabarannya itu tidak kunjung membuahkan hasil dan mengubah perilaku orang yang dicintainya itu. Yang tersisa hanya perasaan ‘sesak’ karena merasa berjuang sendirian. Lalu mulai muncul pertanyaan, “Dimana cinta yang dulu indah sekali rasanya?”, “Apakah cinta memang harus diperjuangkan dengan kesabaran seberat ini?”.

Cinta dan kesabaran adalah dua tema yang tidak akan pernah habis dibahas dalam kehidupan kita. Kalau kita salah mengartikan sabar, kita akan keliru memaknai cinta. Selama ini mungkin kita tidak mencintai seseorang, namun kita mencintai persepsi kita sendiri akan orang tersebut. Itu yang menyebabkan kita selalu perlu mengontrol dan mengatur orang yang kita cintai agar sesuai dengan “sosok ideal” yang ada di benak kita. Selama ini kita tidak menerima secara utuh orang yang kita cintai, tapi kita hanya berusaha terus-menerus “menyamakan” sosok yang ada di hadapan dengan sosok yang ada di benak. Pada akhirnya kita kelelahan dan mulai mengeluh dengan sebuah pertanyaan, “Aku harus bersabar seperti apa lagi?”

Benarkah kita selama ini telah bersabar dalam mencintai? Ataukah kita hanya “menahan sesuatu”? Sabar bukanlah tentang penahanan, tapi tentang pemahaman. Pemahaman bahwa segala sesuatu punya caranya sendiri untuk terjadi atau berubah. Tidak selalu sesuai dengan yang kita inginkan. Cinta dan kesabaran bukan dua hal yang terpisah. Cinta tidak butuh kesabaran karena cinta adalah kesabaran itu sendiri. Kita tidak bisa memisahkan cinta dan kesabaran seperti kita tidak bisa memisahkan air dengan basah. Namun, kita merasa ‘harus bersabar’ dalam menerima kekurangan orang yang kita cintai, bukan?! Tidak. Kita menjadi ‘harus bersabar’ bukan ketika mencintai, melainkan ketika cinta kita berkurang.

***

Gambar dikutip dari: http://www.ummi-online.com

  • view 246