Hati Tak Bertangga

Adi Prayuda
Karya Adi Prayuda Kategori Inspiratif
dipublikasikan 14 Maret 2017
Hati Tak Bertangga

Senja, kita pernah menemui cinta dalam kata-kata. Dalam definisi, makna, dan teori. Kita menemui pikiran kita sendiri. Kita melihat garis yang tegas antara hitam dan putih, benar dan salah. Ada tangga, ada tingkatan. Ada yang lebih tinggi, ada yang lebih rendah. Terlalu banyak hal yang bisa kita ributkan disini. Satu kata bisa membelah menjadi ribuan persepsi.

Kemudian kita jenuh, dan menemui cinta dalam rasa. Dalam sedih dan bahagia. Kita menemui perasaan kita sendiri. Kita melihat masih ada garis, namun samar-samar. Seolah-olah membatasi antara suka dan duka, tapi kita melihat bahan semua rasa itu sama. Tidak ada tingkatan. Hati tak bertangga. hanya ada aliran dan segala turbulensinya. Cinta lebih cair, membuat kita mengalir.

Namun, kita pun bertanya, 'Apa sesuatu di balik aliran ini?' Kita selami lebih dalam. Kita lepas semua kata dan rasa agar tidak menjadi beban. Akhirnya kita sampai pada sebuah ruang, yang menjadi inti dari semua pergerakan. Hanya ada kekosongan. Tidak ada garis, tidak ada tangga. Tidak ada hitam dan putih, tinggi dan rendah. Bahkan yang selama ini kita anggap cinta pun tak ada. Dan akhirnya kita tersadar siapa kita.

***

Gambar diambil dari: http://perbedaanterbaru.blogspot.com

  • view 80