Dia Tau Karena Memang Tau

Adi Prayuda
Karya Adi Prayuda Kategori Inspiratif
dipublikasikan 16 Desember 2016
Dia Tau Karena Memang Tau

Senja, kau tau..yang membunuh puisi itu adalah arti..puisi yang diberikan arti sudah bukan puisi lagi. Dia mati bila setiap bait diberi definisi. Logikamu tidak mampu mengetahui sesuatu yang tanpa arti, asing baginya bukan? Tapi hatimu tau. Hatimu memiliki 'logikanya' sendiri. Dia tau tanpa tau artinya. Dia tau karena memang tau.

Tapi kita peragu, Senja? Kita takut terluka oleh sesuatu yang tidak kita pahami. Kita butuh definisi. Kita butuh sesuatu yang pasti. Kita butuh sesuatu yang tidak tergoyahkan, keras, kuat, dan kaku. Padahal, hidup itu sendiri adalah aliran. Napas yang kau hirup saat ini, bukanlah napas yang kau hirup kemudian. Awan yang kau lihat di langit siang ini, bukanlah awan yang sama di kala pagi. Mungkin dia sudah turun menjadi tetes-tetes embun di atas bunga melati.

Bahkan cinta pun kita salib dengan kata-kata. Kita paku dengan 'ini tanggung jawabmu' dan 'ini tanggung jawabku'. Lalu kita sibuk dengan pekerjaan masing-masing, tanpa sadar cinta mulai meluruh diam-diam. Hilang ditelan awan-awan pengorbanan. Kita lupa bersahabat kembali karena sudah merasa saling memiliki. Rasa memilikimu ternyata jebakan, Senja. Itu membuatku angkuh dan lupa untuk terus 'mengejarmu'.

Kita pun sama-sama bersimpuh hanya untuk mengeluh. Kadang aku berpikir, kita cukup egois, Senja. Yang kita sembah ini Pencipta, atau sosok yang kita ciptakan hanya untuk mengabulkan pinta? Apakah kita memang rindu, atau ingin berlari dari rasa malu? Apakah benar ini cinta, atau hanya penghindaran dan ketidakberanian menemui derita? Mungkin hanya hati kita yang tau. Dia tau karena memang tau.

***

Gambar dikutip dari: bunganusantara.com

  • view 175