Sudah Ada

Adi Prayuda
Karya Adi Prayuda Kategori Inspiratif
dipublikasikan 10 September 2016
Sudah Ada

Konon, ketika Michelangelo ditanya seseorang bagaimana dia dapat menciptakan sebuah mahakarya patung David yang sangat fenomenal itu, dia menjawab dengan mengatakan bahwa dia telah melihat David dengan lengkap dan sempurna pada batu pualam yang dia temukan. Yang dia lakukan adalah membuang apa-apa yang bukan David. Ini menarik. Michelangelo bisa melihat "David" dalam sebuah batu pualam, sebelum patung David benar-benar jadi! David "sudah ada" di dalam batu pualam itu.

Saya jadi berpikir, kalau begitu sudut pandangnya, berarti segala sesuatu itu 'sudah ada', kita tinggal mengolah dan mengkreasikannya. Sama seperti nada-nada. Suatu ketika saya melihat seorang pengamen yang sedang memainkan gitar bolong. Saya berpikir, nada-nada yang dimainkan pengamen itu 'sudah ada' di dalam gitarnya. Dia tinggal 'menekan', 'memainkan', dan 'menyelaraskan' nada yang timbul dari genjrengan gitarnya dengan suaranya sendiri.

Satu lagi. Kita bahas Pancasila. Bung Karno itu bukanlah 'pencipta' Pancasila, tapi 'penggali' Pancasila. Why? Karena kelima sila itu 'sudah ada' di bangsa Indonesia, kemudian dikumpulkan, diurut, dan dikomposisikan secara sistematik. Dimulai dari Tuhan di sila pertama, manusia di sila kedua, kebangsaan di sila ketiga, demokrasi di sila keempat, kesejahteraan di sila kelima. Konsepnya indah, aplikasinya (harapannya) indah juga.

Tiga hal yang saya tulis diatas hanya contoh kecil saja tentang sudut pandang 'sudah ada'. Kenapa penting? Supaya kita sadar, bahwa hal-hal penting yang kita 'cari-cari' itu (baca: kebahagiaan dan cinta) sebenarnya 'sudah ada'. Sudah terkandung di dalam diri kita. Tinggal bagaimana kita 'menekan', 'memainkan', 'mengkomposisikan' yang 'sudah ada' itu menjadi 'nada-nada' yang (harapannya) harmonis. Kalau gak harmonis ya gak apa-apa, namanya juga belajar. Belajar itu sepanjang hidup, kan?!

 

***

Gambar diambil dari: www.turismo.intoscana.it

  • view 189