I Hate Life!!!

Adi Prayuda
Karya Adi Prayuda Kategori Inspiratif
dipublikasikan 08 September 2016
I Hate Life!!!

"Gimana kabarnya?" tanya saya suatu ketika.

"Bad," jawabnya singkat.

"Why?" tanya saya dengan singkat pula.

"I hate life!!" jawabnya tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

"Syukurlah," jawab saya.

"Kok syukurlah?" tanyanya kebingungan. Dia tidak menyangka bahwa kata "syukurlah" yang saya pilih sebagai respon.

Saya memang tidak berpikir bahwa membenci hidup itu adalah sesuatu yang buruk. Seseorang yang mengatakan membenci hidup sebenarnya hanya sedang membenci sesuatu yang sangat kecil, jauh lebih kecil dibandingkan kehidupan itu sendiri. Kebencian selalu membesar dengan sangat cepat, dan itu sudah merupakan sifat alaminya. Ketika kita membenci seseorang atau sesuatu, kebencian itu mulai membesar dan mulai menyalahkan banyak pihak, kan?! Saya sadari itu juga. Saya sadari bahwa ketika saya membenci sesuatu, kebencian itu tidak tinggal diam, dia menarik hal-hal lain untuk membuatnya menjadi 'benar' dan 'wajar'. Kemudian muncullah 'pembenaran' untuk memperkokoh eksistensinya. Itulah polanya. Setidaknya itu yang saya pelajari dari 'kebencian' yang juga merupakan bagian dari diri saya. Menjawab pertanyaan kebingungannya itu, saya pun mengatakan,

"Itu tanda bahwa kamu masih memiliki hidup, you still have life...karena kita sebenarnya tidak bisa membenci sesuatu yang tidak kita miliki, bukan?!"

"Hahahaha...aku menyukai cara pandangmu! Ehmm...tapi tunggu dulu..misalnya aku tidak memiliki seseorang...tapi aku bisa kok untuk membencinya.."

"Mungkin kamu tidak memilikinya secara fisik, tapi yang jelas, kalau kamu bisa membencinya, berarti kamu 'sudah' memilikinya di dalam duniamu, di dalam pikiran dan hatimu. Dan kamu bisa lakukan dan rasakan apapun terhadap sesuatu atau siapapun yang kamu miliki di dalam duniamu itu. Namun, kalau sesuatu itu tidak ada di dalam duniamu, di dalam pikiran dan hatimu itu, kamu tidak bisa membencinya, apalagi menyukainya."

"Ya..ya..ya...Aku mulai paham..."

"Kamu sebenarnya tidak membenci kehidupan, kan?! Kamu hanya membenci satu-dua hal yang ada di dalam hidupmu. Kebencian itulah yang menyadarkanmu bahwa kamu masih memiliki itu di dalam duniamu. Manusiawi memiliki rasa benci, tapi jangan sampai kebencianmu akan sesuatu menjadi tabir yang membuatmu tidak bisa melihat keindahan-keindahan yang disajikan kehidupan. Kehadiranmu beserta napasmu saat ini pun adalah bukti belas kasih dari kehidupan itu sendiri."

***

Gambar diambil dari: integritychristian.org

  • view 164