Jejak Cinta

Adi Prayuda
Karya Adi Prayuda Kategori Puisi
dipublikasikan 15 Agustus 2016
Jejak Cinta

Cinta selalu bisa menjejakkan cerita
Entah berujung bahagia ataupun duka
Namun, cinta dalam cerita sudah bukan cinta lagi
Hanya konsep-konsep cinta
Hanya jejak-jejak cinta dalam tinta

Namun, kita seringkali terjebak pada jejak kata
Memandanginya terlalu lama
Meyakininya sebagai satu-satunya makna
Kemudian cinta menjadi tak berdaya
Terpenjara dalam kata
Kehilangan maknanya
Dan berujung diantara dua: Entah bahagia ataupun duka

Kenapa harus ada duka dalam cinta?
Apakah cinta yang membuat kita luka?
Atau itu adalah harapan yang kita gantungkan pada rasa?
Dan ketika rasa itu berlalu
Harapan-harapan itu jatuh seperti palu
Menimpa hati kita yang termangu

Kita memaksakan diri untuk melihat segalanya sempurna
Terjebak pada halusinasi dan kehilangan esensi
Segalanya datang dan pergi
Namun, kita menginginkan sesuatu yang abadi
Kita tidak ingin segalanya berlalu
Namun, dengan cara apalagi cinta menjadi baru?

Kesempurnaan adalah ilusi
Yang membuat cinta menjadi mati
Kini, cinta membuatku melihatmu tidak sempurna
Pun juga sebaliknya
Sehingga masing-masing kita memiliki ruang
Untuk saling memaklumi kekeliruan
Untuk saling memaafkan kesalahan

Dalam ketidaksempurnaanmu, aku menjadi ada
Dan bermakna
Saling melengkapi dengan cara kita sendiri
Dan cinta adalah guru paling berharga
Yang mengajarkan kita
Untuk melihat segala sesuatunya tidak sempurna