Titipan Pagi

Adi Prayuda
Karya Adi Prayuda Kategori Puisi
dipublikasikan 18 Juli 2016
Titipan Pagi

Setetes embun pagi ini membawa memoriku jauh terbang

menembus dimensi yang paling angkuh, waktu,

dan dimensi yang selalu membingungkan, ruang..

Masih teringat jelas senyuman itu..

Peluk hangat itu..

Tatapan sayu itu..

Kecup sayang itu..

dan teriakan-teriakan di siang hari yang bolong itu..

Masih terekam dengan sempurna

bagaimana kulit pahaku memerah karena aku tidak dapat mengeja kata

dengan baik..

kemudian telinga kiriku pun memerah karena aku tidak ingin tidur siang

dan memilih bermain bersama teman-temanku, waktu itu..

Itu semua karena cubitan kecilmu, yang semakin kecil, semakin sakit, sungguh..

Tentu saja aku tidak dapat melupakan aroma masakan di dapur kita

yang pengap itu..

Dan aku tidak pernah tahu rahasia bumbu yang lezat itu

Sampai pada akhirnya aku menyimpulkan sendiri,

bahwa bumbu rahasia itu adalah cintamu kepadaku,

kasihmu kepadaku..

Kini aku mulai tidak percaya kepada semua orang, tanpa kecuali,

yang mengatakan bahwa cinta itu buta, sungguh..

Engkau mengajarkan bahwa cinta itu tulus...itu saja, tanpa kecuali

Dan kini, entah ini takdir atau nasib, aku terpisah jauh darimu,

namun kutitipkan senyumku pada sinar mentari

dan pelukan hangat pada semilir angin yang berhembus

pagi ini..

Pagi ini saja dulu, Bunda...esok lagi.

 

***

Gambar dikutip dari: sains.me

  • view 168