Berguru dari Masa Lalu

Adi Prayuda
Karya Adi Prayuda Kategori Inspiratif
dipublikasikan 26 April 2016
Berguru dari Masa Lalu

Suatu ketika saya sedang sarapan di sebuah warung. Terdengar musik sebuah lagu. Lagu lama yang sangat populer ketika saya SMA. Dan ketika SMA, saya sering mendengar lagu ini. Dibawakan oleh sebuah grup band Indonesia yang sekarang sudah jarang sekali saya dengar lagu-lagunya. Saya menikmati musiknya, saya juga mendengar liriknya. Sambil menikmati sarapan, pikiran saya tiba-tiba menangkap sepenggal kalimat dari lirik yang dinyanyikan. "Bagus sekali liriknya, sangat puitis, dan bermakna dalam. Kenapa saya baru sadar? Padahal lagu itu sudah lama. Kenapa baru sekarang saya mengerti ada lirik yang seindah itu?"

Pernah mengalami hal seperti itu? Kadang-kadang ada satu hal di masa lalu, apapun bentuknya, yang ketika kita kembali kesana, kita menemukan suatu pemahaman yang baru. Bukan sesuatunya yang baru, tapi pemahaman kita. Pemahaman kita telah sesuai untuk menangkap makna dari sesuatu tersebut. Ketika sesuatu itu terjadi di masa lalu, mungkin saja kita belum memahami maknanya secara utuh, sehingga terlewati begitu saja, dan baru terlengkapi saat ini, ketika kita sudah semakin dewasa dan mengalami berbagai macam kejadian dalam hidup.

Mungkin ada hal-hal yang belum kita pahami saat ini, dan akan dipahami maknanya secara utuh kelak, pada masa yang akan datang. It's oke. Tidak selalu kita harus belajar dari sesuatu yang baru. Kita juga bisa mendapat makna dari hal-hal yang sudah berlalu, namun dipandang dari sudut pandang yang baru. Terkait konteks lagu di atas, kadang dalam hidup ini kita hanya menikmati "musiknya", tanpa menaruh perhatian kepada "liriknya", dan ada masa dimana kita baru mengerti makna "liriknya", padahal "liriknya" tidak baru, hanya saja dulu "tertutupi" oleh "musiknya".

Jadi, di dalam masa lalu juga ada yang penting. Tidak semua masa lalu perlu kita sapu, disanapun kita bisa berguru dan juga memberi ruang bernapas bagi rindu.

***

Gambar dikutip dari :capslocknet.com