Sama-Sama Benar

Adi Prayuda
Karya Adi Prayuda Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 09 April 2016
Sama-Sama Benar

Tadi dibentak seorang pengendara mobil..bentakannya terdengar jelas karena dekat telinga kanan saya. Penyebabnya, saya dan beberapa pengendara lain berkendara melawan arus. Saya sih diam saja, tapi pengendara motor di depan saya tidak terima..dia balas mengumpat. Saya memberi tanda pada pengendara motor itu untuk terus melaju, "Sudah Mas, dia belum paham." Akhirnya, pelan-pelan kendaraan tersebut melaju kembali.

Siapa yang salah? Sayangnya, tidak ada yang salah. Ada kegiatan pasar malam yang menggunakan 1 ruas jalan, sehingga jalan itu harus ditutup bagi kendaraan. Alhasil, semua kendaraan yang akan melewati jalan itu dialihkan ke jalan sebelahnya. Jalan yang semula peruntukannya 1 jalur, kini harus dilewati kendaraan-kendaraan dengan jalur yang berlawanan arah. Tidak ada pilihan lain, cuma jalan itu yang harus saya lewati untuk sampai di tempat tujuan. Tidak ada polisi, mungkin karena hujan.

Pada 'titik' dimana bentakan itu muncul, tidak ada yang salah. Semuanya benar. Saya dan beberapa pengendara lain hanya mengikuti aturan 'khusus' yang muncul karena ada aktivitas pasar malam. Pengendara mobil itu juga benar, jalan yang kami lewati itu satu arah, tidak sepatutnya digunakan untuk 2 arah. Dia menganut aturan 'umum'. Dia hanya belum sampai di 'ujung' jalan. Dia belum tau 'keseluruhan ceritanya'. Belum lihat aturan 'khususnya'.

Jelas kan...kadang kita berselisih bukan dengan orang yang salah, tapi dengan orang yang juga benar. Benar menurut aturan masing-masing. Ketika kita sudah sama-sama sampai pada 'keseluruhan cerita', kita akan sadar bahwa kedua-duanya benar, hanya saja menganut aturan yang berbeda. Kita marah karena kita masih di 'sebagian jalan', belum sampai di 'ujung jalannya'. Belum bisa memahami kebenaran masing-masing.

Lalu, kenapa saya tidak marah? Karena saya tau bahwa orang yang membentak itu belum tau. Dan juga, saya tidak ingin menggunakan energi yang saya dapat dari bakso yang saya makan sebelumnya untuk membalas bentakan itu. Sayang. Lebih baik saya gunakan untuk mengetik cerita ini, lumayan kan ada bahan bacaan untuk para jomblo yang tidak keluar malam minggu.. :D

***

Foto diambil di:?www.aw-cyber.com