Laut dan Pegas

Adi Prayuda
Karya Adi Prayuda Kategori Inspiratif
dipublikasikan 25 Maret 2016
Laut dan Pegas

Emosi perempuan itu mirip seperti gelombang laut, naik dan turun. Adakalanya "naik", adakalanya "turun". Tidak mungkin "naik" terus atau "turun" terus, pasti ada pergerakan yang melalui titik kesetimbangan. Hanya saja, waktunya yang sulit diprediksi, tidak ada rumusnya! Itu yang masih menjadi misteri bagi semua laki-laki, bahkan sampai sekarang!

Sedangkan, emosi laki-laki lebih mirip gerakan pegas, merapat dan meregang. Ada momen-momen ketika laki-laki ingin dekat (merapat) dengan orang-orang tertentu, yang memiliki kesenangan, visi, hobby yang sama. Dekat dengan keluarga dan orang-orang yang disayang. Ada momen juga dimana laki-laki ingin sendiri saja (meregang), tidak mau diganggu, masuk ke 'guanya sendiri'.

Perbedaan ini unik dan ini pula yang menyebabkan laki-laki dan perempuan saling mengisi satu sama lain. Namun, bisa juga, ketidakpahaman tentang perbedaan "jalur emosi" seperti ini, memicu konflik antara laki-laki dan perempuan. Yang lebih fundamental adalah bahwa bagi laki-laki, konsep benar-salah itu penting sekali, tapi tidak terlalu bagi perempuan. Perempuan lebih fokus terhadap konsep "dirinya disayang atau tidak", terlepas dari apakah kejadian yang memicunya itu benar atau salah.

Mempertahankan konsep "benar-salah" di hadapan perempuan, sama saja seperti mengajak "perang lebih lama". Salah ataupun benar, tetap laki-laki yang minta maaf, walaupun ini "pahit" rasanya. Tapi dalam cinta, apalah arti benar dan salah. Dari permohonan maaf itulah perempuan akan merasa dirinya disayang, dan mulai bisa melihat sisi "benar-salah". So, maaf itu bukan hanya bisa menyembuhkan, tetapi juga menyelamatkan!

***

NB: Catatan ini tentu bukanlah sebuah kebenaran mutlak yang harus dipegang sebagai sebuah teori, hanya akumulasi dari kecenderungan-kecenderungan saja. :)

  • view 147