Perempuan dan Ke(me)nangan

Perempuan dan Ke(me)nangan

Adhyasta Putri
Karya Adhyasta Putri Kategori Lainnya
dipublikasikan 05 Januari 2018
Perempuan dan Ke(me)nangan

Hhhmmm...

Nafas yg berat mengawali setiap paginya, seakan beban enggan pergi dr pundaknya.
Pipi yg panas, mata yg bengkak, wajah yg sayu dan hati yg entah bagaimana sekarang wujudnya.
Oh Tuhan,
Berharap semua ini hanya mimpi dan pagi sedang menunggunya untuk menari.
~~~
Dia bergegas menjalani rutinitas yg membuatnyaseolah mati lagi disetiap hari.
Aahh, begitu beratnya berjalan menegakkan kepala.
Begitu canggungnya menatap setiap mata lawan bicara.
Pernah sekali berlagak tidak terjadi apa-apa tapi semakin biasa, semakin terluka, semakin tidak bisa biasa.
~~~
Seseorang mengawasinya dr kejauhan.
Menatap dengan penuh harap.
"Kamu harus menyerah, kamu harus pasrah. Ingatlah bahwa kamu yg salah. Jangan kamu kambing hitamkan keadaan, jangan kamu salahkan teman. Diam dan berubahlah. Sungguh kamu tampak begitu menyedihkan. Ke(me)nangan tidak sanggup kamu kalahkan. Sudah, berdamailah"
~~~
Dia, duduk. Terdiam. Sendirian. Disudut ruangan yg penuh doa dan pengampunan.
Setetes mulai terjatuh, lalu hujan tangis sudah tak lagi jadi gerimis.
Menangis. Meraung. Bersimpuh. Bersiap untuk menyerah.
Mata yg memandang penuh penyesalan.
Tapi, kenapa seperti tidak ada ketulusan.
Sandiwarakah? 
Oh, ternyata dia cukup serakah meminta pengampunan dengan segala drama remeh-temeh yg di bawanya.

Cukup.

Ketika semuanya menjauh dan berubah, disadarinya hanya dia sendiri di dunia dan ke(me)nangan yg dia congkakan sudah tak lagi disisinya. Ke(me)nangan yg tak pernah bisa dia kalahkan.



Adhyasta Putri (05/01/2018)
Pic : Sadness,sorrow by Aaron Metallion

  • view 40