Si Tengil yang Usil ( Part 1-Pre Opening)

Adencity LoverGuns
Karya Adencity LoverGuns Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 07 Maret 2016
Si Tengil yang Usil ( Part 1-Pre Opening)

Pagi!?

Satu kata yang bermakna untuk seorang mahasiswa tingkat akhir yang masih harus berkutat dengan kewajiban-kewajiban akademiknya. Pagi yang selalu mengingatkan dia untuk beranjak dari kasur 'empuk'nya menuju ke singgasana. Dan pagi-lah yang menyapanya kala dia bosan dengan guratan angin malam yang setia menerpa hari-harinya *opening*

?

7 Maret 2016

Pagi ini, dia terbangun. Tanpa sadar. Meneteskan air mata. Bukan sebuah tangisan. Tapi, pertanda. Ah, dia tahu kalau tidurnya tak lebih dari tiga jam. Wow! Matanya sudah tak kuat untuk diajaknya beranjak, tapi badannya mengajak untuk segera bergegas meninggalkan 'kediaman'nya itu. Akhirnya, dia mematikan alarm dengan sigap.?

"Waktuku masih lama," pikirnya. Dia pun kembali dalam pelukan 'teman-teman'nya.?

Dua jam berselang. Dia terbangun kembali. Teringat akan papan digital yang masih saja menyala mati-suri sejak dua belas jam sebelumnya.?

"Ah, aku lupa! Hari ini bimbinganku yang ke-tiga. Padahal lima hari lagi aku harus sudah memenuhi bimbingan ke-empat! Bangun!,"itulah batin kerasnya.

Dengan langkah gontai, dia bangun, membasuh mukanya dan membuka papan digital itu. Dilihatnya ikon-ikon yang masih terbuka semenjak semalam ditinggalnya berkelana. Dengan semangat, akhirnya diapun melanjutkan mengerjakan revisi bab XX untuk persiapan bimbingan ke-tiga. Satu jam, dua jam, tiga jam berlalu. Dan, waktu bimbingan datang.?

?

*Sudah bimbingan, sangat sebentar*

?

Dia kembali ke kosannya dengan semangat. Hari ini hari spesial untuknya. Kenapa tidak? Dua hari lagi dia akan berjumpa dengan pacar-pacarnya. Dia sudah merindukan mereka sejak dua bulan yang lalu. Dengan beban berat diotaknya, dia akhirnya bisa mengistirahatkan organ penting itu dalam beberapa waktu ke depan.?

?

16.30 WIB

Sore. Dia terkantuk. Seperti biasa. Hanya mondar-mandir dalam kamar. Melihat yutub, fesbuk, tumbler. Ya. Seputaran itu saja. Dan, dia teringat akan janji manisnya untuk seorang adik yang akan menyeberang pulau. Janji itu akan dia laksanakan dua hari ke depan. Dengan ijin dari-Nya.

?

?

*to be cont...*

?

  • view 121