Harapan

Silmi Kaffah
Karya Silmi Kaffah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 16 Maret 2016
Harapan

kita terlalu kuat untuk sebuah harapan.

Bukan berarti

ini salah aku, atau mungkin ini juga salah kamu,?

harapan kita? sama.
harapan kita? kandas.
harapan kita? ahsudahlah~
?

siapa yang salah? aku atau kamu?

kita sama sama salah.?disaat hati kita masih labil, namun cita-cita kita terlalu tinggi.?

kita adalah aktor dan aktris dari pemberi(Tx) dan Penerima(Rx) harapan itu.

Tapi yang perlu kamu ingat, harapan kita bukan harapan yang palsu.

Harapan itu nyata, hanya tinggal menunggu ACC dari-Nya.

?

?

Kita harus sama sama bahagia!
bukan kita saja, namun yang lain juga!?

Namun, dalam diam ternyata aku?mengukir harapan harapan yang baru lagi.

Harapan, yang seandainya kita berjodo pasti kita balik lagi.

Harapan itu tak boleh ada. tak perlu diciptakan harapan itu sebenarnya.

?

Kini aku sadar, harapan kepada makhluk hanya akan berbuah kecewa.
Kekecewaan ini sudah mendalam,?mungkin tak sedalam kekecewaanmu itu.
Maafkan aku yang telah melanjutkan harapan-harapan part2.
Maaf?
Maaf..
Maaf?
&
Maaf?

Cuma itu yang bisa aku sampaikan,

Sedalam mata memejam, itulah harapan.
Sejauh mata menuju, itulah kenyataan.


Sampai jumpa di kehidupan yang lebih baik dari part kita masing masing.

?

Sipemakanjalan

sumber gambar : klik disini


Gantilah harapan Anda dengan tekad.

- Greg S. Reid


  • Anis 
    Anis 
    1 tahun yang lalu.
    Kini aku sadar, harapan kepada makhluk hanya akan berbuah kecewa. --> semacam PHP? | sebenarnya Tuhan itu PHP (Pemberi Harapan Pasti) beda dengan PHP-nya manusia

    • Lihat 5 Respon