Hey Kamu yang Muda(!)

Silmi Kaffah
Karya Silmi Kaffah Kategori Sejarah
dipublikasikan 15 Februari 2016
Hey Kamu yang Muda(!)

?

"Beri aku 1000 orang tua niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia," kata Ir. Soekarno.

?

Kebayang gaksih, pas pidato gitu betapa berapi apinya. Gimana kebakarnya semangatmu, mungkin bisa jadi semangatmu hampir mau gosong. Saking uwow nya.

coba kamu bayangin, tapi sebelumnya lihat video ini?

*suaranya.. bikin merinding, setiap ngomong mesti tegas banget, gak ada keraguan apapun yang dilontarkan. Betapa yakinnya..*

gak tau deh kayak apa Indonesia, kalo pak Ir. Soekarno masih ada sampe sekarang.

Coba yuk kita renungkan kembali makna dari kalimat tersebut. Kita pretelin satu satu *aslinya saya juga gak tau makna sebenarnya. hahah*
kalo dari segi kuantitas, 1000 memang lebih banyak daripada 10 yakaaan..?
logikanya semakin banyak semakin kuat. Tapi menurut Bung Karno tidak, sebab:
pemuda adalah kekuatan yang harus diberdayakan.
pemuda adalah ujung tombak yang harus senantiasa diruncingkan.
pemuda adalah bilah pedang yang harus senantiasa diasah.

Yang jadi pertanyaan. Dahulu, kenapa orang orang pada gak langsung ngasih Bung Karno 10 pemuda coba, atau mengajukan diri sebagai pemuda yang dimaksud tersebut.?
Apa karna merasa gak masuk kriterianya? lah emang kriterianya seperti apa(?)?
Mungkin ada 1000 orang tua yang dapat menjelaskan(?) membantu pemuda pemudi yang kebingungan ini.

Hei pemuda pemudi Indonesia, berapa jumlahmu??jawablah kami hanya satu!

Kita diminta untuk bersatu, bukan loe loe gue gue. tapi kita! kita lhooo kita~ *uhuk*

?

Coba kita pandangi sendiri wajah masing masing.?sudah pantes belom sih kita disebut pemuda maupun pemudi?
Yaaah, masih?pantes sih disebut muda mudi, soalnya masih keliatan sih kiyut kiyutnya~ *ah,masa*
Pemuda jaman sekarang, gak jauh jauh dari gadget. Mikirinnya cuma dirinya sendiri sama mikirin pacarnya yang udah makan apa belom :v. trus kebanyakan galau~ *eh iya gaksih :p
Mikirin, untuk dirinya sendiri, mikirin lingkungannya kagak, peduli apa coba~ yang penting hidupnya aman aman aja. Jauh dari ajaran agama, dekat pada ajaran teknologi terbaru. Kalo ada Hp keluaran terbaru aja ngerti, kalo ditanya hapalan surat pendek aja masih hao hao. *eh iya gaksih :p
Bisa bersatu sih, tapi bersatu buat tawuran~
Bisa kompak sih, tapi kompak bullying orang~
*eh iya gaksih :p

Seandainya pemuda atau pemudi dibuat kriteria jelasnya, mungkin kita masih bisa mikir ulang kali ya, kalo menyebut diri sendiri adalah seorang pemuda dan berusaha untuk layak disebut pemuda.

Sudah gak asing lagi sih kalo pas upacara senin, kita mendengar "pemuda adalah harapan bangsa", atau "masa depan negeri ini ada di pundak kalian".?Dari kata-kata diatas kita bisa menyimak, bahwa semua tanggung jawab kelangsungan dan kejayaan negeri ini berada di tangan para pemuda-pemudi (yaitu kita). Seolah olah tuh kita kayak sudah di cekokin dari dulu namun kita gak peka~ *masuk kuping kanan keluar kuping kiri*

"Oleh sebab itu, janganlah bermalas-malasan hai pemuda, berbuatlah! Lakukan sesuatu yang baik bagi negaramu! Jangan kau turuti imperialisme dan kapitalisme barat! Ingatlah Pancasila, ideologi yang merasuk ke dalam hati kita bangsa Indonesia! Dia lah cita-cita bangsa! Isilah kemerdekaan yang masih kosong ini!" "To Build The World a New","Lakukan apa yang kita bisa mulai dari sekarang, untuk masa depan!". Bukan kata kata saya yang ini.?

Oiya, hai pemuda jangan terburu-buru untuk meninggalkan kampung halaman mu dan beranjak ke kota. mari bangkit dan goncangkanlah dunia dari setiap sudutnya.

?


?

Al-qur?an pun tidak meninggalkan masalah pemuda. Mungkin kalian bisa mengkaji (QS. Al-kahfi).

Img Src : Klik disini