Menabur Virus Merah Jambu Setiap Hari

Silmi Kaffah
Karya Silmi Kaffah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 11 Februari 2016
Menabur Virus Merah Jambu Setiap Hari

Saya ingin nyempil diantara kalian (bukan lagu D'masiv). Moga nggak bosen baca tulisan saya yak :v tadinya mau ngoceh panjang x lebar pakek audio aja (biar gak ada saingannya juga). Namun suara saya cadel jadi rada nggak duduk gitu artikulasinya kalo dengerin ntar kalian malah ketawa ketawa terus :v

Jadi, timeline saya diramaikan dengan perdebatan hari?valentine. ((tahun tahun sebelumnya juga gitu sih)) :v hahah. Mungkin tahun depan juga masih layak diperbincangkan si virus merah jambu ini. (Karna anak muda selalu ada regenerasi tiap tahunnya)

Kawans, pasti sudah tahu kan tentang sejarah tanggal 14 Februari?
Dimana ada seseorang yang bernama Valentine dibunuh secara keji. Harusnya sudah yaa~
Karna Perayaan hari Valentine tidak lepas dari sejarah tersebut. Secara logika nih yaa,, ucapan selamat itu berdasarkan fakta. Misalnya "Selamat Makan" karna memang pada saat itu ia sedang mau makan. "Selamat Malam" karna memang pada saat itu adalah malam bukan pagi apalagi siang. Jikalau andai kalian masih mengucapkan selamat hari Valentine. Faktanya adalah bukan kasih sayang yang ada, tetapi justru kekejaman.

X : Tapi kan matinya demi cinta Sist... (udah kayak olshop olshop ya) mhihi
Y : Tapi cinta terlarang, dan karena terlarang itu mereka dibunuh.

Ucapan itu baiknya sesuai fakta, karna berbohong itu dilarang. Jadi jelas, selama ucapan selamat atau greeting itu tidak mengandung unsur kebohongan rapopo. Kalau dulu waktu SD pada tanggal 14 februari, saya mengucapkan selamat ulang tahun (padahal aslinya mengulang tanggal dan bulan bukan tahun) pada teman sekelas yang namanya juga Valentine namun ditambah nama belakang ayahnya.

Oiya, didaerah kalian, pasti Departement Store nya udah berubah jadi merah dan merah jambu yakan, yadooong.. Tampilan fisik doang yang berubah, kalo mau barangnya mah tetep kudu, harus, wajib beli :v (kirain di kasih secara cuma cuma). Sebab, Valentine identik dengan memberikan hadiah kepada orang yang kita sayang, gak hanya pasangan katanya. Disini saya dapat point tentang memberi.

Hari kasih sayang sendiri sebenarnya adalah "Setiap hari dalam hidup kita" lawas banget yaa kata katanya.

***mari kita tarik nafas dalam dalam dulu***
Hempaskan
Datang lagi
hempas- datang lagi - hempas - datang lagi :v
(lah dikira Mba Syahrini)

Apakah kalian masih bernafas dengan normal?
Jika iya, itu merupakan bentuk kasih sayang dari Sang Pencipta untuk kita semua. (bukan berarti orang yang sudah tiada Tuhan tidak mengasihinya yaa)

Berkaitan dengan kasih sayang dan saling berbagi. Manusia merupakan makhluk yang ditaruh hatinya oleh Sang Pencipta untuk senantiasa berbagi. Semakin banyak memberi, semakin tidak akan merasa kekurangan.

"Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: "Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian) ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang orang saleh?" (QS. Al Munafiqun : 10)

seperti janjiNya ?pada Surat Al An'am ayat 160 "Barang siapa membawa amal baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya. ..............."

itu minimalnya, maximalnya? Allah punya rencana sendiri.

#SelamatberbagiSetiapHari

?



Nabi SAW. Telah bersabda, "Mulailah dari orang-orang yang dekat denganmu, yang paling baik ialah sedekah dari orang kaya" (H.R Bukhari dan Muslim)

?

Img Src : klik disini

  • view 260