Mapan yang Bagaimana?

Silmi Kaffah
Karya Silmi Kaffah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 14 Desember 2016
Mapan yang Bagaimana?

Saya suka baca dan mendengar, kriteria calon mantu atau calon suami idaman itu mayoritas ada selipan kata : MAPAN!
diluar konteks dimana ibu-ibu dan anak perempuan yang memilih tanpa mengikuti kriteria panduan memilih suami atau calon mantu dari Rasull yaa. baca: memilih partner hidup

Kalo kita nyoba ngubek-ngubek Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), mapan memiliki arti 'mantap (tidak goyah, stabil) kedudukannya ataupun kehidupannya'. Sementara kemapanan diartikan 'hal keadaan mantap; kepuasan dengan diri sendiri'.

Tapi perihal kemapanan, masih ada ada pro-kontranya.
Sejauh yang saya ketahui (ngorek-ngorek pendapat orang) mapan itu selalu berkaitan erat dengan kepuasan hidup seseorang, sedangkan standar kepuasan orang itu berbeda-beda.

ada yang bilang :
"Mapan itu kalo sudah terpenuhi sandang, pangan, papan."

Yah gak jauh-jauh, cowok mapan masa kini biasanya identik dengan 5C: Career, Car, Condominium, Credit Card and Club. Minimal kalo mau dikata mapan sudah harus mencapai 75% dari 5C tersebut.
Lucunya kalo dijadiin meme ya jadinya gini :

Sumber : Google. Keysearch: Mapan
betewe rumah model minimalis sekarang bisa ampe 700jt.

Yang, jadi pertanyaan yang menggelitik saya itu adalah PROSES
proses untuk menjadi yang kata orang sih, MAPAN.

Bagaimana caranya bisa dipandang mapan oleh orang-orang?

Apalah arti sebutan mapan dari orang-orang. Kalau caranya untuk menjadi yang disebut mapan adalah dengan cara berhutang? kredit?

Jika ada seseorang yang terlihat sukses dari hasil riba. Takutlah. Takutlah ketika Allah membiarkan kita dalam perbuatan dosa besar. Tidak ditegur, tidak diingatkan. Sampai akhirnya tutup usia kita. Kita tidak menyadari kalau kita berdosa. Naudzubillah. (oke, biar gak keluar jalur. kapan-kapan kita bahas tentang riba. biar pada melek)

Intinya, kalian mau readers? mapan tapi dengan cara yang GAK di ridhoi Allah?
Emang nikmat ya? sesuatu gak gak ada keberkahan didalamnya? -sok ngewise lu de-

Kemapanan memang dicari banyak orang. Karena memang banyak orang yang menyukainya (khususnya emak-emak beserta anak perempuannya). Tapi apakah yang selalu dicari dan disukai banyak orang itu selalu bermanfaat bagi kita? Hmmm,, tentu tergantung ketahanan diri kita terhadap “kemapanan” itu sendiri.

Lha trus gimanalagi dong ?
Banyak pintu rezeki. Ada 9 dan salah satunya sih nikah :D
Salah banget kalau pemakanjalaners malah justru nunggu mapan dulu baru nikah.
At least kalian sudah bisa menafkahi diri sendiri dan tidak bergantung pada orang tua itu sudah cukup OK, yang penting YAKIN dan TIDAK GOYAH kayak pengertian dari KBBI tadi.
mantap jiwah.

“Allahumma inni a’udzu bika minal ma’tsami wal maghrom”
(Ya Allah lindungi kami dari berbuat dosa dan banyak hutang)

Dan semoga kemapanan yang hakiki mengahampiri para pembaca setia blog gue.. cahilah
ketik amin dikolom komentar dan share #eeeh :v

 ditulis oleh : adeirawati
dengan dukungan thumbnail oleh : @maujadibaik

 

  • view 239