Arjuna Kok Gitu? [Fikber Kompi #9]

Silmi Kaffah
Karya Silmi Kaffah Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 09 Mei 2016
Kompi

Kompi


Aku dan Kompi

Kategori Acak

276 Hak Cipta Terlindungi
Arjuna Kok Gitu?  [Fikber Kompi #9]

Thumbnail via Google.

 

“Woooooooi... bangun!” Teriak suara Ade dengan volume suara ngalah ngalahin speaker Musala.
Dilakukannya sambil menepuk tepuk manja yang mendarat pada bahu Juna yang berotot itu, dan beruntungnya dia kali ini sebab Juna sedang tidak ngiler. Buat yang ngefans sama juna gausah pada sewot yee, soalnya sekarang penulisnya gue. Hehehe :P

Entah mengapa, Juna versi kekinian menjadi suka tidur dimana - mana, seperti orang yang habis ngeronda berhari - hari. Gaya tidur Juna percis sekali dengan adiknya Lesmana, yang jika tidur menganga setengah namun versi gagah. Aneh sih, tapi emang nyata adanya. Eh, cerita fiktif ding ini. Hehe
Dahulu jaman mudanya Arjuna, sebelum negara api menyerang sehingga Juna jadi belepotan gini, para darmawanita KOMPI ini diam diam banyak yang naksir akan kharismanya, terkecuali sih si Ade.

 

“Iii~ ih, ngagetin gueee aja!”  kesal Juna sambil merapikan kemeja lengan panjang biru mudanya.

“Lagian, kamu ditinggal meleng sebentar udah molor.” Bela Dinan.

“Ciye ngambek~ Tadi di perjalanan lo juga begitu Jun, sampe ngiler ngiler malah.” tambah Cha sambil berani beraninya dia towel - towel dagu Juna. Hmmm centil.

“Hahaha, itu yaa.. yang photonya ada di ig @adeirrra. Jahat banget sih kaliaaan weh, aib temen di umbar-umbar.” Samber Bagus.

Bagus memang terobsesi menjadi selebgram, jika di endorse sepatu, kaos oblong, kolor, apalagi jam tangan dijamin ia takkan menolak. Makanya ia sering aktif dan selalu update dengan akun instagramnya. Lihat saja akunnya, penuh dengan gallery minum kopi yang pasti cuma ada tangannya, kopi, dan buku doang tanpa menampakkan wajah. Serta pose - pose bela diri pada saat latihan yang sok candid menjadi andalannya. Yabegitulah isi instagram Bagus.



“Udah lama banget ya, kita gak ngumpul bareng sekomplit ini.”
Putus Ayin agar kegejean tidak berlanjut, sambil menyeruput kopi nusantara yaitu kopi arabica alias kopi luwak. Ribet amat mau jelasin luwak white coffe. Namun sayangnya itu milik Bagus. Baru saja mau menempelkan pada bibir gelas, langsung dicegat Bagus.

“Heh - heh - heeeh, kopi gue itu, maiiiiin serobot aja.” Sambil merebut gelasnya kembali.

“Lhoo, kok bisa ya. maap - maap Gus. Ah kamu mah, merusak alur aja. Padahal aku lagi mau serius tahu.”

“Mata kemana mata, makanya jangan maen HP mulu. Sampe Anis dateng aja tadi pada kagak ada yang tahu.”  
Sambil nyodorin aqua botol ukuran 600ml dengan label ber-hastagh AdaAQUA.

Juna tetiba ingat dengan maksud dan tujuan kedatangannya, karna tidak sengaja melihat raut wajah adeknya yang makin lama kok makin asem. Nggak tahu deh kenapa, harusnya makin lama kan makin mateng dan manis atau makin lama makin busuk. Lah dikira buah

“Udah - udah pada rame aja yak. Pending dulu ya ngobrolnya. Gue jadi hampir lupa nih, mau daftarin Lesmana belajar disini juga”

“Iyyaaa....” Sahut KOMPI secara kompak, ala ala Paduan Suara Gita Bahana yang sedang ambil suara di kampus Nusantara. #tsedaaaap

Mereka semua, tidak pernah menyangka Juna yang sekarang kok gitu sih. Makin ke arah pemburukan 180o. Dimana sekarang lebih sering melamun mirip orang linglung, beda dengan melamunnya yang dulu lebih ke arah merenung. Mulai dari packaging nya yang kekinian, rambut gaya gayaan pake pomade biasanya juga pake minyak nyongnyong. Dan masih banyak tingkah tingkah kekinian lainnya.

Sebagai teman, mereka merasa salah besar, sebab di keadaan seperti itu harusnya mereka selalu ada untuk Juna dan saling merangkul. Setelah kehilangan Larasati, Juna menjadi kehilangan arah. Mulai hari ini, esok, dan seterusnya. Mereka ber-9 sepakat untuk mendadani memperbaiki Juna.

"Sahabat sejati seperti Polaris. Bintang pemandu yang menuntunmu kembali ke jalan yang benar di saat engkau tersesat" - Unknown

 

 

Sekembalinya mendaftarkan Lesmana.

“Udah kelar jun? Cepet banget.” tanya Shinta. 

“Iya sudah, kan cuma daftar Shin. Emangnya lo kira gw lagi boker makanya lama, itu juga Lesmana gue tinggal, sudah langsung mulai ikut - ikut latihan dia.”

“Oiya, Guru Durna ternyata sudah gak disini lagi ya? Ada yang tau kabarnya?” tambah Juna.

“Ngg..........”

“Kita semua juga gak ada yang tau Jun, keberadaan Guru sekarang dimana. Ia tiba-tiba menghilang, meninggalkan kami semua” jawab Ayin.

“Iya, gak lama kamu pergi, sekitar dua tahun kemudian Guru juga ikut pergi.” tambah Vera.

“Bahkan, kami juga sempat mendapatkan kabar burung bahwa Guru Durna sudah tiada.” di tambahin lagi sama Anis.

“Haaai..”

Ada suara memecah ketegangan diantara dialog para sahabat. Ini semacam takdir semesta.

“Assalamualaikum”

“Waalaikumsalam” sahut bergantian. Suara manis semanis gulali yang dikerubungin semut, terdengar dari arah belakang telinga sebelah kiri Juna. Lantas semua yang ada diruangan langsung nengok mencari sumber suara.

Ternyata Srikandi Ayu larasati atau yang biasa dipanggil Sri hadir kembali. Namun dengan gaya berpakaian yang 180o berbeda juga namun ke arah positif. Sri kini muncul dengan tampilannya yang lebih syar'i, anggun, lembut, tipe - tipe pasangan idaman banget deh. Namun ilmu bela dirinya jangan diragukan lagi, ia masih sangar sama seperti yang dulu.

Tapi, Sri tidak datang sendirian melainkan dengan membawa buntut. Bukan buntut sapi yaa. Sri membawa anaknya yang bernama Arjuna juga, kalau kalian kepo nama lengkapnya adalah Arjuna Putra Wiramanggala. Kenapa namanya Arjuna juga, karna dulu diam diam sebenarnya Sri juga menaruh hati pada Arjuna, namun kisah kasih mereka tak sampai keburu Juna melancong kesana kemari. Dan Akhirnya Sri menikah dengan Dodo Kempot

Hati juna pun hancur untuk kedua kalinya, seperti ada yang menghujam jantungnya dengan panah, oh bukan itu untuk orang yang sedang jatuh cinta.
Ralat :
Hati juna pun hancur untuk kedua kalinya, seperti ada yang menghujam jantungnya dengan bambu runcing.
Dan tanpa disengaja pula, pas banget band acoustic di ruang tengah komunitas pecinta kopi tersebut memainkan lagu - lagu Tompi. Semacam ada backsoundnya gitu.

Mengapa cintaku begini
Selalu ku ditinggal pergi
Apa mungkin ini takdirku
Menjadi jomblo sejati


Namun ternyata, Srikandi sekarang adalah seorang single parent. Karna suaminya telah meninggal saat melawan 'penjajah'. Entah ini kabar buruk atau kabar baik buat Juna.

Dipenghujung hari ini, Sebelum juna kembali kerumah. Bay, menitipkan 'sesuatu' pada Juna.

“Jun...” Bay teriak tipis tipis, yah bisa dibilang serak serak becek suaranya di parkiran mobil. Kemudian Juna pun menghampiri meninggalkan Chia, Ade, dan Lesmana untuk membiarkan mereka naik ke mobil duluan.

“Coba ini kamu buka kembali kitab lama dari Guru Durna, Dan.... ini satu lagi, diary milik mendiang Larasati yang sempat ia titipkan kepadaku. Semoga kau akan menemukan jawabannya.”

“Dan gak 'gitu' lagi'” tambah Bay memecah keseriusan sambil menepuk bahu Juna.
Senyum manis rasa choki choki strawbery dan ketawa titpis tipis tersungging pada wajah Juna, Juna pun kembali kerumah dengan membawa harapan baru.

 

***

Bersambung.....


 

NB : lewat dari 2 x 24 jam belum ngebedah tulisan saya, kudu wajib traktir saya. Pokoknya traktir~

Mohon maaf apabila cerita pendek ini terlalu pendek dan mohon maaf juga apabila ada kesamaan nama atau kesamaan kesamaan lainnya, jangan salahkan saya tapi salahkan saja penulis sebelumnya. *kabooooor*

Kumpulan cerita lengkapnya : klik disini

 


  • Nisrina S Nissinero
    Nisrina S Nissinero
    1 tahun yang lalu.
    Selamat malem, Mbak Ade, maaf ya baru komen sekarang, soalnya tadi udah ga keburu, biasalah... rutinitas harian baru selesai nih.

    Trus komen yang di lapak saya juga belum dijawab. Maklumlah komen saya kebut semalam untuk semua anggota, dan mungkin ada beberapa yang agak tidak berkenan, jadinya jawabannya agak gimana gitu, saya jadi ngga enak sendiri. Tapi ah, biarlah, yang penting saya mengatakan sesuai dengan pemahaman saya aja.

    Untuk Fikber garapan mbak Ade ini, menurut saya amat sangat menonjolkan persahabatan. Mungkin memang sesama anggota KOMPI seperti itu, semoga terus seperti itu yah, hangat, penuh keakraban.

    Tapi sepertinya di sini juga kurang konflik, jadi saya bacanya kurang greget, he2 maaf ya mbak.

    Btw, tulisan ini enak dibaca koq.

    Mungkin sekian dulu ya mbak, salaam kenal dari saya ^_^

    Great Learner


  • Anis 
    Anis 
    1 tahun yang lalu.
    hai mbak ade
    ingkar janji, gak nelat banget kan

    1. gaya yang selalu kocak dalam menulis
    kapan bikin novel semacam MSB? kali aja bisa difilmkan mbak

    2. nyambung dengan cerita sebelumnya. enak dibaca juga.
    masih berkutat soal keseharian Juna yang gagal move on.

    3. kenapa selalu ada AQUA?

    4. inti tulisan ini ada pada tulisan bercetak tebal dan center. sip.

    5. beberapa deskripsi mendukung, seperti tentang perasaan Juna yang kalut, apalagi tau si Cinta-nya menikah dengan pria lain

    6. eh, maksudnya: dan gak 'gitu' lagi, apa mbak?

    7. apa lagi ya...
    saya gak bisa ngebedah, cuma bsia nyepam komen gini aja

    • Lihat 3 Respon

  • Shinta Siluet Hitam Putih
    Shinta Siluet Hitam Putih
    1 tahun yang lalu.
    fardhu ain (lagi) ijin nge bedebah eh salah ijin ngebedah ya mbak ade...saya telat 1 hari nagih utangnya...maaafkan...

    Cie juna kok gitu? (anggaplah ini opening saya yang absurd), oke pertama dari judul yang sederhana...saya liat beberapa kompi'ers pemilihan judulnya penuh dgn tanda tanya dan bs bikin pembaca penasaran. karena, byk pembaca yang liat tulisan dr judulnya. udh gitu aja...

    next, kita beralih ke alur dan ngalirnya tulisan ini punya warnanya mbak ade (duh kalimatku berantakan) intinya ada sisi ngocolnya yang gk terlewat sepanjang babak, mbanyol, a la ftv getoohh...

    oo iya, diliat dari fikber sebelum2nya, seperti nya semakin ke sini kompiers, makin mengangkat karakter KOMPI'ers dalam fikber-fikbernya. Contohnya, masuklah tokoh kakanda Bagus pencinta endorse dan full of skrinsutan dia yang absurd itu...karakter orang2 KOMPI diikutkan ke dalam fikber2 ini, sepertinya biar kompiers mkin eksis...haha...

    menyisipkan coveran lagunya pak dr. Tompi...yaaakkk itu nilai plus nya, penambahan bumbu...buat para pembaca...hehehe...biar gk bosen liat huruf2 aja...

    yaakkk lagi2 konflik percintaan dan konflik suami istri, si sri bawa anak yg namanya arjuna...mungkin sri dan arjuna dewasa jodoh yang tertukar...hahaha...koyok judul sinetron...

    fikber kali ini gawuuulll men...ntaps deh...

    mohon maaf bila ad salah2 kata...

    udh gitu aj...wassalamualaikum.wr.wb

    • Lihat 1 Respon

  • Ariyanisa AZ
    Ariyanisa AZ
    1 tahun yang lalu.
    Its a very you, mba Ade..

  • Anis 
    Anis 
    1 tahun yang lalu.
    mbak adeeeeeee
    tgl 12 ya, aku ngebedahnya