Kamu Yakin? Sudah Pantas disebut Seorang Guru (?)

Silmi Kaffah
Karya Silmi Kaffah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 16 April 2016
Kamu Yakin? Sudah Pantas disebut Seorang Guru (?)

Kamu yakin, pantas di sebut guru?

Yakin?

Yakin?

Yakin?

Coba deh, kamu ngaca De!

Penampilanmu apa sudah seperti seorang Tenaga Pengajar?  ah rasanya tidak, bahkan seperti anak yang kebelet gaul :"

Perilakumu apa sudah seperti seorang Tenaga Pendidik? ah rasanya tidak, bahkan masih seperti anak yang gak bisa jauh dari kelek emaknya :"

Laluuuuu????

Mau kamu apakan anak-anak orang, yang nantinya mereka titipkan 24jam bersamamu?

Mau kamu apakan De????

 

Hmmm... aduh jangan ngelebar dong~ selesain satu satu cuy~

Tentang topik sudah pantas belum aja dulu~

Berhubung saya bukan basic tenaga pendidik jadi saya harus cari tau sendiri tentang yang begitulah~ , saya pernah menemukan terkait kompetensi kepribadian guru. Kurang lebih bunyinya seperti berikut:

Dewasa
Stabil
Arif dan bijaksana
Berwibawa
Mantap
Berakhlak mulia
Menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat
Mengevaluasi kinerja sendiri
Mengembangkan diri secara berkelanjutan

Dalem hati ini, kriteria kepribadian guru apa kriteria calon mantu :3 yang hampir mendekati sempurna~ 

Gak ada yang ingin saya protes sih dari kriteria itu, cuma yang jadi pertanyaan adalah, jika saya atau anda adalah seorang guru tapi ada beberapa kriteria yang tak masuk dalam kolom tersebut. Trus piye? apakah sudah pantas disebut seorang guru?

Apakah salah? jika seorang guru memiliki kepribadian yang riang gembira hebring gegap gempita? yang terlihat menjadi tidak berwibawa.

atau, kepribadian yang lain yang tidak sesuai dengan kriteria tersebut.  

Tapi kalo untuk berakhlak mulia itu menurutku WAJIB, KUDU, FARDHU AIN. Walaupun gak semua guru 100% berakhlak mulia, tapi toh ya mbok yang buruk ditutupi, jangan sampai anak murid tahu bahkan sampai meniru. (baca : Surat terbuka untuk guru single )

 

Salah gak sih? serius lhooooo aku beneran nanya.

Jika, seorang guru dan murid bukan seperti ibu dan anak bahkan seperti kakak dan adik(?)

Apakah dengan begitu saya tidak layak disebut Ibu guru? atau ganti saja dengan sapaan Kakak Guru alias menjadi Tenaga Panutan *eeeh

 

Salah gak sih? serius lhooooo aku beneran nanya.

Jika, Seorang guru boarding school, mengajar tentang sejarah komputer yang diselipkan keresahan pribadi tentang komputer,maupun tentang kecangihan teknologi masa kini ditambah hal-hal lain efek dari berkembangnya teknologi dan komunikasi yang sangat pesat ini, pokonya semua keresahan itu yang dikemas dengan komedi sehingga sekilas seperti sedang standup comedy bukan menerangkan atau bahkan menjelaskan seperti pada guru umumnya. bahkan bisa jadi materi pelajaran jatohnya malah jadi pelengkap. hmmm....

kemudian,pada saat jumpa di luar jam belajar,bahkan ketika berpapasan di lorong asrama berubah menjadi sok bijak.salah gak sih?

kalo kalian jadi aku baiknya gimana?
A. Ketika Ngajar nyantai, Ketika di Asrama sok berwibawa
B. Ketika Ngajar nyantai, Begitupun sekita di Asrama
C. Ketika Ngajar Sok berwibawa, Ketika di Asrama juga berwibawa
atau
D. semua salah, jadi ibu rumah tangga aja *eeh

 

Foto: Dokumentasi Pribadi Jaman Lagi Main ke Pare-Kediri.


  • Pepi Nuroniah
    Pepi Nuroniah
    1 tahun yang lalu.
    cieh bu guru ganti nama,,,,,, penggemar bingung nyarinya nih. Jawab secara teori atau nyantai? kalau teori panjang banget, malah bikin artikel. guru itu berproses sama seperti profesi lainnya. yang sedikit membedakan adalah kita ikut bertanggungjawab atas masa depan seseorang. tapi simplenya menjadi guru adalah tentang belajar. Riang, pendiam, jutek bisa jadi itu bawaan. hanya ketika kita jadi guru ada garis-garis yang harus kita ikuti meskipun "tapi w kan ga kaya gitu". yang jelas cukup jadi guru yang dirindukan keberadaannya

  • Irfan Kriyaku.com
    Irfan Kriyaku.com
    1 tahun yang lalu.
    Kagak salah.. jadi diri lu seutuhnya .. tapi tetap ahlak yg di utamakan karena murid liat ahlak seorang guru sbg contohnya.. *pesen gue.. hilangkan atau berharap mengaku dan di aku sebagai guru.. tapi biarkan orang lain yg menggap lu seorang guru.. karena status guru itu berat pertanggung jawabannya..

  • B.R. Karya 
    B.R. Karya 
    1 tahun yang lalu.
    Aku memang belum pantas disebut guru. Tapi aku sudah pantas disebut sebagai calon kamu...

    #ea ea ea

    • Lihat 4 Respon

  • Anna Pryana
    Anna Pryana
    1 tahun yang lalu.
    Kalau aku, pilih jadi diri sendiri yang ga anti sama perbaikan kualitas pribadi, mba.
    Menjadi seorang guru, terkadang memang seperti memiliki dua sisi yang kita sendiri tak selalu tahu disisi mana sebaiknya yang dominan ditunjukkan.
    Anggap saja kita sedang belajar ke-9 kompetensi kepribadian itu dengan mengajar apa yang kita bisa dengan apa adanya diri kita.

    Sewaktu didepan murid, kita adalah si tempat panutan. Dimanapun itu, di kelas, di asrama, di lingkungan luar sekolah, senantiasa berusaha menjadi guru - kapan saja dimana saja - selama didepan mataku ada murid.
    Maka secara alamiah - kemanapun dimanapun - kita juga tetap belajar menghayati ke-9 kompetensi kepribadian tadi. Toh, sejatinya kita sendiri yang akan memetik manfaatnya, murid hanya pihak kedua.

    Kalau aku, selalu berprinsip bahwa caraku mengajari muridku adalah proses belajar untuk diriku sendiri menjadi lebiih baik.

    *ups..kepanjangan. Selalu seru bercerita tentang sesosok guru. Salam

    • Lihat 10 Respon

  •   Kurirperasaan063
     Kurirperasaan063
    1 tahun yang lalu.
    Ketika Ngajar gak memakai Kata Ketika,
    Mengajarkan itu Lebih sulit Ketimbang belajar, jadi mengajarkan sesuatu itu sangat , bermanfaat.
    Ditambah bisa menyalurkan hobinya kalo suka

    • Lihat 6 Respon