Kepompong

Ade Alifya
Karya Ade Alifya Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 27 Januari 2016
Kepompong

Seseorang sedang piknik di taman ketika ia melihat banyak kepompong di dedahanan semak belukar. Ia mendekat lalu memperhatikan bagaimana seekor ulat yang telah berubah menjadi calon kupu-kupu berusaha keras keluar dari kepompong, menyempurnakan metamorfosisnya menjadi makhluk dengan sayap indah yang akan terbang riang kesana kemari. Tak mudah memang perjuangan itu; keluar dari kepompong yang sempit. Tubuh rentannya menggeliat untuk meretakkan kepompong yang selama ini melindunginya. Ia menggeliat, terlihat kesusahan, namun langit luas menjadi motivasinya. Ia terus menggeliat keluar, dengan susah payah dan akhirnya, berhasil!!! Ia terbebas, sayapnya mengembang, ia melayang. Si ulat melata telah berada di udara, mengepakkan sayapnya dengan ragu di detik pertama, namun kemudian meliuk-liuk dengan gembiranya, memamerkan kemampuan seketikanya kepada temannya yang lain yang masih berjuang keluar dari kepompong. Seseorang tadi terus memperhatikan semakin banyak kupu-kupu yang berhasil keluar. Namun ada satu kupu-kupu yang terlihat paling kesusahan. Entah apa sebabnya, ia masih menggeliat dalam belitan kepompong ketika teman-temannya menikmati udara kebebasan mereka. Ia terus berusaha, menggeliat tak henti namun usaha belum menghasilkan apa-apa. Seseorang tadi merasa kasihan, lalu ia mengambil gunting dari peralatan pikniknya, membantu sang calon kupu-kupu terakhir agar bisa segera menyusul teman-temannya dengan cara menggunting kepompongnya tersebut. Si calon kupu-kupu tersebut akhirnya terbebas, badannya sedikit panjang dan tambun, sayapnya layu. Kedua sayap itu berusaha mengepak, namun tidak cukup kuat untuk membawanya terbang. Ia terjatuh ke tanah dalam keputusasaan. Selamanya ia tidak akan pernah bisa terbang. Seandainya ia bisa bicara, ia akan mengutuk manusia yang menolongnya. Karena dengan proses perjuangannya keluar dari kepomponglah sayapnya akan kuat dan berfungsi pada saatnya, menyempurnakan metamorfosa, dan proses kesusahan itulah yang akan membuatnya menjadi kupu-kupu seutuhnya.

Kisah ini diceritakan suami kepada saya di suatu malam. Ia mendapat kisah ini dari tempat lain, dan menceritakannya karena saat itu saya sedang benar-benar dalam keadaan buruk ketika menerima ?bantuan? dari orang lain yang tidak pernah saya minta pertolongannya. Cerita ini menyadarkan saya kebijaksanaan baru. Siapa sangka, menolong ternyata tidak selalu membantu. Pertolongan yang kita berikan justru menghancurkan orang yang kita tolong.

Banyak dari kita, yang entah karena niat baik yang berlimpah, atau mungkin karena semangat ikut campur yang berlebih, menawarkan bantuan pada permasalahan orang lain, bahkan tanpa diminta. Entah sahabat, teman, rekan sejawat, atau hanya kenalan biasa, merasa tergerak ketika melihat ada persoalan pada hidup orang lain. Mungkin ia punya permasalahan yang sama yang telah ia atasi, atau mungkin ia merasa lebih paham mengenai hal tersebut, atau mungkin seperti seseorang di taman tadi, ia hanya berniat baik. Si empunya masalah mungkin tidak akan keberatan dengan sebuah bantuan, malah justru akan berterima kasih, tapi bagaimana kalau ternyata bantuan itu justru malah memangkas proses sebuah perjuangan? Atau bagaimana kalau bantuan yang ditawarkan malah memperburuk keadaan? Mungkin malah bantuan tersebut mengkerdilkan maksimalnya ikhtiar si empunya masalah? Apakah kita masih akan merasa bahwa uluran tangan yang kita berikan selalu akan membuat keadaan orang lain lebih baik? Ternyata tidak bukan? Ternyata tidak selalu pertolongan itu akan membantu.

Semoga setelah ini kita akan lebih bijak lagi dalam menawarkan bantuan. Bantuan saja bisa sangat merugikan, apalagi hanya sekedar komentar dan nasehat yang tidak diminta. Terkadang membiarkan orang lain dengan kepompong dan ikhtiarnya menjalani hidup, memaknai perjuangan, dan kemudian bertahan dalam kesulitan atau berakhir sebagai pemenang bahkan sebagai pecundang sekalipun ternyata bisa jadi adalah sebuah pertolongan yang sangat berharga.

?

PS : Tulisan ini sebelumnya saya post di blog pribadi?http://www.perempuanbiru.com/2015/03/kepompong.html

image from?http://www.iqworkforce.com/3-unexpected-places-where-analytics-can-add-value-to-the-business/

  • view 184