PR Cinta Sesurga

Adam Afrixal Sinuraya
Karya Adam Afrixal Sinuraya Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 10 September 2016
PR Cinta Sesurga

Di sebuah pagi saat sedang berjalan, aku melihat seorang pria tua yang duduk diam dan melihat awan di kursi taman. Pria yang mengenakan jaket tebal dan topi tua duduk diam menatap langit cerah dengan penuh kesedihan merupakan pemandangan yang tak biasa untuk menyambut pagi. Tatapan pria tua yang hangat namun berselimut sedih tertuju ke langit, pemandangan ini membuatku merasakan rasa sepi yang menusuk kulit.

Aku yang lelah berjalan memutuskan duduk di kursi sebelah pria tua. Menyadari keberadaanku dia memberikan sebuah senyum sederhana di mulutnya, setelah membalas senyum tersebut, aku menghabiskan waktu duduk melihat pria tua itu. Merasakan rasa penasaranku dia  berkata:

“Apa yang kamu pikirkan ketika kamu melihat langit dan awan?”, Tanya pria tua itu

Aku pun penuh dengan rasa heran, sebuah pertanyaan aneh untuk memulai percakapan. “Cantik”, kataku menjawab pendek pertanyaannya. Sekedar melanjutkan percakapan aku bertanya pada pria tua apa yang dia pikirkan ketika dia melihat ke atas. “Apa yang bapak lihat ketika bapak melihat awan dari tadi?”

Beberapa lama dia hanya terdiam, melihat langit lalu memejamkan matanya. Dengan suara pelan dia berkata “kenangan”.  Pria tua dengan tatapan penuh kesedihan melihatku dan mulai bercerita tentang kisahnya

“Aku baru saja berpisah dengan orang yang kucinta, dan sekarang aku di selmuti rasa takut setiap siang dan malam”, kata pria tua

Aku yang tidak sensitif bertanya padanya “apakah kenangan anda begitu mengerikan?”.

timbul sedikit senyum dan tawa kecil dari pria tua “tidak, tidak, tidak. Kenangan yang aku lihat itu indah. Sangat indah”,

kata pria tua. ”terlalu indah…aku takut tidak bisa merasakannya lagi sekarang dia telah pergi” sambungnya

Pria tua berkata “aku takut tidak bisa bersamanya lagi bahkan di alam sana, dia orang yang baik. Terlalu baik untuk seorang penuh dosa sepertiku. Aku menyadari betapa berharganya dia ketika dia tidak ada. Dia akan masuk ke surga dan aku…”.

Dia terdiam sejenak lalu menatapku dan bertanya ”Banyak hal buruk yang kulakukan selama masa hidupku dan aku tidak pernah menyesali satu hal pun yang aku lakukan, tapi aku menyesal tidak bisa melakukan hal hal yang bisa membawaku bersamanya”

Setelah memejamkan mata dan menarik nafas pria tua bertanya “Menurutmu apakah mungkin seseorang yang penuh dosa sepenuh dunia bisa dimaafkan dan masuk surga?”

Aku yang tak mengenal pria tua dan tak tahu dosa apa yang dilakukannya, hanya bisa menganggukan kepala atas pertanyaannya dengan ragu.

Dengan sedih dia bercerita “dahulu ketika istriku masih sakit, aku hanya bisa menemaninya melihat langit dan awan lewat jendela rumah sakit. Sungguh aku menyesal  tidak bisa membahagiakan dirinya di saat dia sehat dan masih ada di dunia ini”

Mata pria tua penuh  dengan rasa sesal dan kesedihan mulai berair. “Dulu aku terlalu disibukan oleh pekerjaanku, dan sekarang tiap aku melihat langit dan awan yang terbayang di benakku hanyalah aroma rumah sakit dan bingkai jendela kamar istriku di rawat” kata pria tua sambil melihat awan.

“ketika aku melihat kearah istriku dikamar bayangan, dia sudah tiada.” timpa pria tua itu.

“Wanita itu terlalu baik, bahkan disaat terakhirnya dia yakin kita akan bersama lagi di alam yang selanjutnya” kata pria tua. Air mata kecil mulai turun,dari mata tua itu, jatuh ke pipi pria tua. “istriku memang tangguh dan aneh, bahkan di saat dia tidak ada masih meninggalkan tugas berat. Dia bisa yakin orang sepertiku masih bisa masuk surga, padahal aku sendiri tidak percaya” kata pria tua sambil menghapus air matanya

Aku hanya bisa tersenyum karena aku merasakan kehangatan dan kebahagiaan, dibalik ratapan sedih penuh rindu dan sesal sang pria tua kepada awan. Melihatku tersenyum, wajah pria tua mulai   memerah malu dan menutup wajah bekas air mata dengan menundukan topinya.

Sambil membenarkan jaket yang dia kenakan dan berdiri, pria tua berkata “Sekarang aku harus hidup dan melakukan banyak hal baik di sisa hidupku untuk bisa hidup bersamanya di surga…”

Sebelum beranjak pergi pria tua berpesan dan berdoa “Semoga kamu bisa menemukan seseorang yang akan mendorongmu masuk ke surga betapapun sulitnya”.

Pria tua itu pun memberikan senyum hangat dan mulai berjalan. Sekilas aku iri kepada pria tua karena terlihat rasa bangga akan istrinya tergambar di balik wajah pria tua itu. Sosok pria tua yang berjalan ke jalanan cerah dan diselimuti awan, merupakan sebuah pemandangan sederhana tapi indah yang kudapatkan hari itu.

Sebuah kisah cinta sehidup sesurga, tidaklah mudah untuk dicapai. Namun, cinta akan membangunkan usaha luar biasa untuk menjadikan satu sama lain lebih baik untuk bersama  menjadi keluarga surga.

  • view 181