CENDANA

Abdi arakian
Karya Abdi arakian Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 25 Januari 2018
CENDANA

CENDANA

Para Pemain :

  1. Cendana
  2. Raja Manek Bet
  3. Klara
  4. Bria Bot
  5. Berek Maun

 

Layar masih tertutup, panggung gelap. Pelan-pelan layar dibuka. Menggambarkan sebuah kerajaan besar yaitu kerajaan Samoro Oan. Di dalam kerajaan di pimpin oleh Raja Manek Bet. Ia raja yang arif dan bijaksana. Ia mempunyai dua orang anak, satu putra dan satu putri. Kedua anaknya bernama Cendana dan Bria Bot. Kelahiran purti Cendana melalui perjuangn panjang. Setelah bertahun-tahun raja dan permaisuri memohon kepada sang pencipta. Akhirnya terkabul. Lengkaplah sudah apa yang diinginkan.

Putri Cendana             : (memimpin jalannya upacara yang diadakan di sebuah bukit yang setiap tahun diadakan, bersama rakyat dan di damping pembantunya Klara).

            (saat itu putra raja kerajaan kaijilu juga menghadiri acara tersebut, melihat kecantikan dari putri cendana ia pun langsung jatuh cinta)

Berek Maun                :(memberitahukan keinginannnya yang ingin mempersunting putri cendana)Ayah, ibu…aku ingin mempersunting putri Cendana, putrid dari Raja Manek Bet .

            (raja dan permaisuripun langsung memanggil para Tua-tua kerajaan)

Raja Kaijilu                 : (mengutuskan tua-tua kerajaan) Karena putra saya ingin mempersunting putri Cendana, putri raja Samoro Oan. Jadi kamu saya utus untuk memberitahukan ini kepada yang mulia dan permaisuri. Sampaikan salamku buat keluarga

            (Menjelang mentari jauh ditelan kegelapan, tiba di kerajaan. Mereka disuguhi sirih dan pinang, lambang persahabatan)

Raja Manek Bet          : Angin apa yang membawa para kinasak bertanda kenegri kami?

Para tua-tua                 : Begini yang mulia. Kami diutus kemari untuk menyampaikan berita bahwa putra raja kami ingin mempersunting putri raja Samoro Oan yang cantik nan perkasa jika yang mulia dan permaisuri merestui (jawab Nahak pemimpin rombongan tentang maksud dan tujuan kedatangan mereka)

Raja Manek Bet          : Baik, tetapi berhubungan putri kami tidak ada disini, kami belum bisa memberikan jawaban pasti. Kami akan memberitahukan hal ini kepadanya baru bisa memberikan jawaban pasti melalui utusan khusus kami. Beritahukan hal ini dan sampaikan salam buat yang mulia, permaisuri dan seluruh kerajaan.

            (Segera Raja Manek Bet memberitahukan berita bahagia tersebut kepada Putri Cendana. Ia pun tersipu malu dan menerima lamaran tersebut. Hal ini diketahui Klara. Ia ingin menggagalkan hubungan mereka yang baru saja disampaikan. Pihak kerajaanpun sudah mendapat berita balasan lamaran dari kerajaan Samoro Oan. Alangkah gembiranya putra raja Kaijilu hatinyapu berbunga-bunga sedangkan Klara tenang-tenang saja

Putri Cendana             : (pagi itu putri Cendana mengunjungi kekasih hatinya, ia didampingi Klara)

            (Klara menggunakan kesempatan emas itu untuk mencelakakannya. Ketika sudah jauh dari kerajaan Samoro Oan perjalanan mereka melalui lereng-lereng gunung yang ditumbuhi pepohonan yang begitu besar. Saat itu juga Klara mengambil kesempatannya untuk membunuh putri Cendana)

Putri Cendana             : Klara, bagaimana caranya agar kita cepat keluar dari hutan yang sunyi ini, begitu banyak pohon- pohon yang besar.

(Namun, Klara tidak menghiraukan apa yang dikatakan oleh putri Cendana. Ia masih memikirkan cara untuk mencelakakan putri Cendana. Saat melewati jurang yang begitu dalam, t Klara pun menolak putri Cendana dari kudanya, sempat putri Cendana memegang tangan Klara, namun karena dorongan dari Klara sangat Kuat. Putri Cendanapun akhirnya terjatuh dari kudanya dan terlempar sampai ketepi sungai.

Klara                           : (Sebelum melanjutkan pejalanannya. Iapun melihat kearah tepi sungai, seketika raut wajahnya terkejut melihat putri Cendana yang sedang berusaha memegang sebuah akar pohon) rupanya kau belum mati! (katanya sambil tersenyum sindir)

Putri Cendana             : kenapa kamu melakukan ini Klara? kenapa kamu tega mendorongku? (sambil memegang sebuah akar pohon)

(Putri Cendana tidak seperti yang diduga Klara. Ia terbawa air, terpaut pada sebuah akar pohon. Seran, seorang petani. kaget ketika melihat seorang perempuan yang terpaut di akar pohon. Dengan rasa iba seran pun mendekati dirinya untuk menolongnya.)

Putri cendana              : Terimakasih pak seran bersama istri yang telah menolong dan merawat saya hingga saya sudah sembuh.

Pak dan ibu seran        : Ia sama-sama putri

Putri cendana              : Pak dan ibu ini ada beberapa keping perak sebagai tanda terima kasih karena pak dan ibu telah menlong dan menyembuhkan saya.

Pak dan ibu cendana   : Ia terima kasih putri.

Putri cendana              : pak, bu. Kalau begitu saya ingin pamit pulang.

(Setelah itu ia kembali seorang diri kekerajaannya dengan menunggang seekor kuda yang dibelinya dari bapak Seran.)

Putri cendana              : Klara, rupanya kau berhati busuk. Ternyata selama ini kau menyimpan benih dendam terhadapku, padahal aku belum pernah menyakitimu, kau mencelakakanku agar kau disebut dan disapa putri raja

Klara                           : Bohong.

Putri Cendana             :Aku adalah putri raja (bernada emosi.), Akan kutunjukkan kesaktianku.(Klara hanya menunduk malu dibelenggu rasa sakit.)

(Putri Cendana mundur beberapa langkah. Berlutut mengarahkan kedua tangannya ke langit. Hujan pun turun dengan deras, diiringi bunyi halilintar, menyambar hilang Klara entah kemana. Sedang putri Cendana menjadi sebatang pohon yang rimbun. Pohon penjelma itu baunya wangi, pohon itu pun dinamakan pohon Cendana.)

 

 

.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                                 

  • view 56