sebuah pita

Aisyah Aiinae
Karya Aisyah Aiinae Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 17 Maret 2016
sebuah pita

Ellie datang dan langsung mengambil tempat duduk di depan Calvin. Mengangguk sendiri sambil menarik bibir ke dalam mulutnya. Lalu memantapkan hati menengok ke arah belakang, kepada orang yang asyik mengangguk-angguk sendiri.

Calvin mengangkat alisnya dipandangi seperti itu.

?kau ada masalah ??

?Ellie menggeleng.

?tapi aku minta tolong..?

Calvin duduk tegak.

?silakan bicara...?

?bisakah kau menjaga rahasia ??, bisik Ellie dengan mengernyit.

?tentu saja..?, jawab Calvin enteng.

Ellie lalu mengeluarkan sebuah pita kecil yang tersimpul di genggaman tangannya.

?maksudnya ??

?kau bisa membawanya..?

?memangnya kenapa ??

?aku merusakkan sesuatu. Dan tanpa aku tahu pita itu menempel pada dasi ku tadi. Setelah aku sadar. Aku sudah berada di luar ruangan, jadi tidak bisa kembali ke dalam karena sudah banyak orang?

?memangnya kau merusakkan apa ??

?aku tak akan memberitahu mu. Kau pasti marah ketika kau tahu apa yang aku rusak?, Ellie meringis.

?baiklahhh..?, Calvin mengambil pita itu lalu mengantonginya.

?kau aman.. beres ?!?

?yeahh, okee, terima kasih?, Ellie buru ? buru meninggalkan tempat tersebut.

Pada istirahat kedua, kantor lalu heboh karena terjadi keributan yang cukup besar.

?apakah anda benar-benar meletakkannya di sini ?

?saya sangat yakin.. karena sekalian saya mengambil berkas ini?, seseorang menunjukkan map.

?Pak Haryo.. itu bukti kenakalan anak-anak..?

?apakah ada yang hilang ??

?saya belum memeriksanya. Tapi tutupnya kelihatan sekali telah dibuka. Pasti ada yang telah lenyap?

?maafkan saya, Pak?

?periksa kembali semua anak dalam kelas..?, perintahnya.

?baiklah..?, seseorang yang bernama Pak Haryo menunduk lalu mundur beberapa langkah.

?perhatian... akan diadakan pemeriksaan ulang bagi siswa yang melanggar peraturan mohon semu siswa berbaris di depan kelas masing masing?, suara menggema dari interkom.

Calvin yang segera tahu apa yang terjadi, berjalan cepat ke arah kantor. Ellie melihatnya dengan cemas.

Bagaiamana kalau Calvin tidak mempercayainya dan malah mengadukannya..., ia lalu memukul kepalanya sendiri. Dipandangnya gantungan kunci di tangannya. Mengilat di terpa cahaya yang menelusup lewat lubang di atas jendela.

Satu jam berlalu. Tidak ada tanda-tanda bahwa Calvin akan kembali. Ia telah melakukan kesalahan dan semakin memperparahnya. Ellie tahu Calvin orang yang seperti apa, dan kini ia harus mendapatkan balasan atas perbuatannya. Ia mengutuki diri sendiri sampai habis sumpah serapahnya.

?karena sudah ditemukan penyelesaiannya. Pemeriksaan batal dilakukan..?, suara kembali keluar dari interkom.

Ellie menghela nafas lega. Pelajaran dilanjutkan hingga bel pulang berdering. Namun, Calvin tidak kembali.

Apakah ia dihukum ?, kecemasan mulai kembali melandanya.

Lagian kenapa ia membawa gantungan kunci yang bisa berubah menjadi pisau ke sekolah sihh..

Tepat setelah guru keluar dari kelasnya. Calvin muncul. Ellie berjingkat ke tempat duduk Calvin dangan hati-hati.

?kau tak apa ? apa..?

Calvin hanya mengangguk sambil memasukkan buku ? bukunya. Tanpa menoleh sedikitpun ke arah Ellie.

Ellie menyerahkan gantungan kunci tersebut.

?Maaf...?

Calvin mendongak menatap muka bersalah tersebut. Ia berhenti, meletakkan tas nya.

?jelaskan..?

Ellie menarik nafas berat.

?aku merasa bersalah karena penasaran dengan benda itu, yang menyebabkannya diambil. Dan karena sepertinya benda itu penting. Jadi aku menyelundup ke ruang kantor untuk mengambilnya?, jelas Ellie sejujurnya.

?tapi apa yang kau lakukan.. hingga pemeriksaan ulang dibatalkan..?, Ellie maish penasaran apa yang telah dilakukan Calvin hingga berpengaruh seperti itu.

?yeah aku bilang bahwa tadi aku yang membawanya dan kotak nya jatuh jadinya rusak.. gampang saja..?

Bahkan Ellie tidak akan percaya jika mendapatkan penjelasan seperti itu. Tapi mungkin berbeda jika sihir pancaran mata Calvin yang berbicara.

?ouh-huhh.. baiklah. Terserah kau saja. Yang pasti aku sudah menebusnya?

?ahh yaa.. okee.. lain kali, bisakah kau bilang padaku terlebih dahulu untuk melakukan suatu kejahatan..?

?okee, lain kali aku akan mengajukan proposal pada mu..?

Aura kebencian mereka telah kembali lagi.

?lagian kau kenapa bawa benda begituan...?

?buat mengupas mangga.. mangga yang disamping lapangan enak lohh..?

?Astaga...., anak satu ini...?, Ellie memutar bola matanya

  • view 188