Istirahatlah, Bapak

A taufik122
Karya A taufik122 Kategori Puisi
dipublikasikan 25 Februari 2016
Istirahatlah, Bapak

Pelataran me-larat

?

Binasalah kita, Bapak

Pengharapan datang setiap waktu

Kita cuma sanggup mengeluhkan utang

Menghitung laba yang tidak ada

Mengacuhkan rugi yang sudah setumpuk bumi

Sabarlah, Bapak

Dapur kita tak pernah tercium asap kambing

Meja makan kita cuma mewah oleh telur mata sapi

Kamar kita cuma sesak oleh sedu sedan

Tempat para mimpi dipertanggungjawabkan

Merebahkan mata untuk terpejam

Hanya akan memperpanjang kemelaratan

Istirahatlah, Bapak

Dari duka dunia

Biar aku angkut semua amanahmu

Biar aku berjuang menjinakan kemiskinan

Istirahatlah, Bapak

Membicarakan masa depan

Karena kita tak tahu kapan akan mati

Akan kuperjuangkan lambung keluarga setengah mati

?

Yogyakarta, 5 Januari

  • view 62