Reuni Waktu

Akmal Faradise
Karya Akmal Faradise Kategori Motivasi
dipublikasikan 18 Maret 2016
Reuni Waktu

Ditulis untuk memeringati tanggal 18 Maret

?Jika progresivitas diukur dari usia, maka mungkin yang layak jadi presiden adalah kakek panti jompo?.

Ferre. Menjalankan bisnis korporat besar dan sekaligus pengelola newsletter Supernova. Pada dasarnya dia memang memiliki kemampuan dan kapasitas akan hal itu. Tapi yang paling penting adalah kesadaran untuk menerimanya sebagai tanggung jawab. Selain itu, dia selalu belajar bagaimana menjadi lebih baik dan terbuka kepada setiap kemungkinan.

Rana. Istri menjadi sosok pelengkap suami. Dia pernah kehilangan sisi itu tapi Kesatria membantunya menemukan jalannya kembali. Menyadari peran yang harus dilakukan memang tidak mudah. Bersiap dan menerima hal itu juga tidak gampang. Tapi bukan berarti dia tidak bisa.

Diva. Pada dasarnya dia telah elegan sejak awal. Foto model dan pekerjaan sampingan praktis membuat hidupnya tak bermasalah pada keuangan. Tapi fokus pada tujuan awal tidak mudah. Dia selalu ingat apa tugasnya dan memposisikan diri tetap pada jalur.

Dimas dan Reuben. Mereka selalu belajar. Rasa ingin tahu yang kuat. Diskusi dan membaca adalah rutinitas harian yang sudah mendarah daging. Menyukai berhipotesis menjadi hal yang patut ditiru oleh akademisi. Selalu penasaran akan jawaban. Keren.

Bodhi. Mengetahui identitas diri itu hal penting yang terus dicari. Hidup dalam sendiri dan nomaden memang bukan gaya hidup yang preferable. Namun jika hal itu menjadi keharusan maka mau tak mau harus dilakukan. Mantapkan skill bertahan hidup. Plus, jangan lupa kalau seni menghubungkan kita pada banyak hal.

Liong dan Kell. Menjadi sosok yang dibutuhkan dan digugu memang tidak mudah. Hanya orang-orang yang kuatlah yang bisa melakukan hal itu. filter terhadap informasi merupakan tanda paling nyata dari orang literet.

Elektra. Membantu orang lain itu bukan dihitung seberapa besar dan seberapa kali. Tapii seberapa tepat bantuan yang dibutuhkan dan tentunya harus menyesuaikan dengan apa yang bisa kita berikan kepada orang lain.

Toni. Penampilan memang kadang tak penting. Hati yang mau menolong sesama dan setia kepada kawan akan lebih berharga dari pada potongan rambut klimis. Otak yang encer pun akan lebih diperhitungkan dari pada stelan jas bersepatu pantovel.

Zarah. Gigih dan tangguh merupakan sikap yang harus terus ada untuk bisa bertahan dalam hidup. Menerima, kadang menjadi hal tersulit dan tersederhana dalam menyikapi kenyataan hidup. Bukan lari, tapi hadapi. Bukan sembunyi, tapi temui.

Firas. Silakan orang mau berkata apa. Yang penting adalah hal yang kita lakukan. Sering sekali tindakan kita dilihat remeh oleh orang. Kadang mereka acuh dan mencari. Tapi selama kita bersama kebenaran, kita tidak pernah salah.

Alfa. Keluarga bisa berarti segalanya. Tapi kelurga tak cuma mereka yang berikatan darah dengan kamu. Keluarga selalu hadir saat sendirimu, menyinari gulita sedihmu dan meramaikan sepinya hatimu. Sayangi dan pertahan mereka yang selalu ada untukmu.

Gio. Adaptif. Sikap yang perlu dimiliki saat menghadapi kondisi lingkungan yang selalu berubah-ubah. Tanggung jawab adalah hal terberat yang selalu kita tanggung. Peka, penting dimiliki manusia karena setiap hari apa yang kita lihat tidak pernah selalu sama.

Dan semua itu tidak didapat semudah makan kue tart di hari ultah, right?. That?s all. :D

?

Sumber gambar: TL FB Nurul Alfiyah K