Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Inspiratif 12 Desember 2017   15:54 WIB
Pemuda Pembawa Pesan Damai

Entah kenapa, kata perdamaian tidak jauh dari cerita-cerita utopis maupun realistis yang melingkupinya. Dalam berbagai cerita, perdamaian sangat dengan dunia tanpa perang, tanpa permusuhan. Semua hidup ‘damai’, saling menerima dan tidak ricuh satu sama lain. Dunia tanpa ada usikan yang mengkhawatirkan. Terdengar ganjil mengingat dunia tanpa konflik dipastikan tidak ada. Namun kita perlu mengingat bahwa sejarah pernah mencatat usaha-usaha manusia gigih untuk mencapai perdamaiman. Mother Teresa dan Mahatma Gandhi dapat menjadi beberapa contoh betapa manusia sangat menginginkan kedamaian dan gigih mewujudkannya.

Semangat tokoh-tokoh perdamaian seperti dua diatas terus berusaha dipertahankan dan diperluas. Banyak Lembaga yang aktif menangani problem kemanusiaan, penulis yang konsern berkarya di bidang perdamaian dan semaraknya kegiatan sosial bertema kedamaian seakan menjadi peneguh bahwa perdamaian merupakan hal yang kita inginkan bersama.

Secara resmi, saya belum pernah terlibat kegiatan masif atau setidaknya terkoordinasi yang tujuan akhirnya mewujudkan perdamaian. Saya hanya ikut mengunrangi kericuhan di media sosial dengan memanajemen postingan saya; menghindari ujaran kebencian, tidak ikut merundung dan menyebarkan konten positif-bermanfaat. Namun cerita salah satu sahabat saya mengguggah saya untuk menulis tentang perdamaian lebih jauh.

Sahabat saya pernah ikut dalam kegiatan tema damai di Jogja beberapa waktu lalu. Kegiatan tersebut bernama Asian Youth Day (AYD). Sebuah konferensi pemuda Katolik se-Asia. Tentu, pengetahuan mengenai lintas agama dan sikap terbuka mengenai keberagaman beragama juga disinggung di kegiatan ini. Arah tujuan kegiatan AYD setidaknya dapat disimpulkan pada frasa berikut: peran pemuda menjaga perdamaian lewat keberagaman beragama.

Mengapa Pemuda?
Saya rasa ada banyak jawaban untuk menjawab pertanyaan diatas. Sekedar menyegarkan ingatan sejarah bahwa bapak bangsa, Soekarno, pernah mengatakan jika beliau diberi sepuluh pemuda maka beliau sanggup mengubah dunia.

Pernyataan ini tidak sekedar omong besar beliau saja. Bisa dilihat di sekitar kita betapa progresifnya seorang pemuda. Dimulai dari karang taruna yang menangani kegiatan di desa, mahasiswa kritis yang menyuarakan aspirasi rakyat, para kawula muda penggerak ekonomi kreatif bahkan kemerdekaan kita pun tak lepas dari peran pemuda.

Banyak hal yang mendukung progresifitas pemuda. Di fase muda, ide-ide segar mengalir deras, dan semangat berkarya sangat tinggi. Pemuda lebih fleksibel dalam berguyub lalu memobilisasi sebuah gerakan. Ia mempunyai ruang gerak yang bebas dan kekuatan fisik yang lebih segar. Bahkan kalau mau menyinggung muatan Islam, pemuda memiliki bahasan khusus yang menyatakan bahwa pemuda memiliki potensi yang sangat besar untuk “berbuat lebih”. Dari itu, pemuda harus bisa berperan aktif dan menjadi sentral dalam mewujudkan perdamaian seperti yang kita harapkan bersama.

Kedamaian yang setiap orang inginkan bisa saja tidak sama skala prioritasnya namun kesemuanya bisa dirata-rata. Sama seperti mimpi. Mimpiku, mimpimu dan mimpi kalian tidak harus sama. Tapi yang jelas, kita sama-sama punya mimpi.

Mari kita sama-sama melihat kondisi sekitar dan bermimpi kira-kira kedamaian seperti apa yang ingin kita wujudkan. Munculkah dalam benak anda mengenai dunia tanpa konflik? Kalau iya, satu frekuensi dengan saya. Sebuah konflik memang syarat mutlak untuk kedewasaan sebuah masyarakat. Namun sepertinya kita tidak bisa berbohong kalau akhir-akhir ini mulai jenuh karena terlalu banyak konflik. Karena konflik memang tidak bisa hilang dari muka bumi ini, setidaknya frekuensinya lebih rendah dan intensitasnya kecil.

Dunia “tanpa” (minim) konflik bisa ditandai dengan banyak hal. Beberapa hal yang bisa sangat kita sadari bisa konflik tidak sedang marak adalah tidak adanya sikut-menyikut karena SARA, media sosial tidak dipenuhi dengan konten yang berat sebelah, perekonomian masyarakat stabil tanpa kesenjangan, dan pemerintahan kita sepi dari nyanyian korupsi.

Kerja Keras Pemuda dan Kita Bersama
Mewujudkan mimpi memang tidak semudah bermain hompimpa yang asal balik jadi. Namun ada kerja keras yang dilakukan setiap hari dan doa yang diuntai sembunyi-sembunyi. Mewujudkan perdamaian tentu akan lebih berat lagi. Menjadi pemuda pembawa pesan damai menyisakan PR berat yang harus diselesaikan bersama.

Sesuatu yang besar selalu dimulai dengan hal kecil. Setiap permulaan memang tidak selalu mudah. Tapi ingatlah bahwa tidak ada yang tidak mungkin. Kedamaian akan tercapai bila diusahakan setiap saat, meski hanya dari hal yang kecil. Dan pemuda harus berani memulai.

Pemuda harus menjadi figur cinta damai. Hal tersebut tercermin dalam kepribadiaannya yang tidak suka membuat masalah namun selalu hadir untuk menyelesaikan masalah. Kepribadian yang cinta damai harus dipupuk agar dapat memberi dampak pada lingkungan sekitar. Pemuda bersikap moderat dalam berbagai hal, mengutamakan kemashlahatan umum diatas ego pribadi atau kepentingan kelompok, lebih menyukai hari tenang daripada meributkan yang tidak penting dan menjadi penengah jika konflik muncul.

Pendekatan serupa dapat diterapkan di media sosial yang merupakan representasi diri secara digital di ruang publik maya. Akun sosial seorang pemuda layaknya diisi dengan konten informatif plus bernada damai, awas terhadap hoax dan memberikan penyegarakan informasi kepada masyarakat dan terpenting bisa mengomentari trending topic dengan cara yang elegan (walaupun bagian ini opsional).

Pemuda cerdas bisa menyalurkan aspirasi mereka lewat banyak media. Semisal menulis di blog pribadi, mengirimkan opini ke media massa (cetak/digital) dan menerbitkan sebuah buku. Tentu saja tema damai adalah tema yang bisa dicuatkan agar semakin banyak masyarakat tergerak mewujudkan perdamaian.

Tindakan yang lebih bagus adalah turun langsung, beraksi di lapangan. Para pemuda bisa ikut kegiatan bertema damai atau kegiatan yang goal-nya adalah mewujudkan perdamaian di tempat tertentu. Namun perlu disadari bersama pemuda bisa melakukan hal lebih. Misalnya dengan membuat kegiatan tentang masyarakat damai atau memobilisasi gerakan bersama untuk menentramkan daerah konflik. Masih banyak sekali opsi tindakan yang bisa pemuda lakukan. Dan yang menjadi catatan penting adalah kerja sama dengan pihak tertentu untuk menaikkan potensi terwujudnya kedamaian.

Perdamaian merupakan mimpi besar kita bersama. Pemuda memainkan peranan kunci untuk mewujudkannya. Namun semua elemen masyarakat perlu bergerak bersama dibawah komando pemuda agar mimpi tersebut tidak hanya putus di siang bolong. Sudah siapkah? Salam damai.

Karya : Akmal Faradise