Catatan Tentang Indonesia

Akmal Faradise
Karya Akmal Faradise Kategori Buku
dipublikasikan 28 Mei 2017
Catatan Tentang Indonesia

Judul               : Catatan Najwa

Penulis             : Najwa Shihab

Penerbit           : Literati

Cetakan           : Pertama, November 2016

Tebal               : 208 halaman

ISBN               : 978-602-8740-58-6

 

 

Mata Najwa merupakan salah satu tayangan televisi yang familiar di telinga masyarakat. Acara talkshow ini mempunyai ciri khas mengangkat masalah sekitar dengan mendatangkan pihak terkait untuk berbicara mengenai hal itu dan adanya point editorial diakhir acara yang biasa dikenal dengan ‘Catatan Najwa’. Ditulis oleh sang host, Najwa Shihab, catatan tersebut adalah sebuah refleksi mengenai tema terkait.

Selama tujuh tahun, Mata Najwa banyak bercerita mengenai keadilan dan kemanusian di Indonesia, tidak lupa sering menyinggung tentang politik dan korupsi. Selama rentang panjang itu, Mbak Nana (panggilan akrab sang host) sudah mengantongi banyak catatan. Lewat buku pertamanya ini, dia membagikan kegelisahan yang dirasakannya untuk dituntaskan bersama.

Buku ini memiliki 177 judul Catatan Najwa. Sebuah catatan pendek berima yang ringan dibaca, namun sarat dengan makna substantif. Keserasian dan kebernasan catatan tersebut membuat kita mudah untuk masuk dalam pesan yang ingin Mbak Nana sampaikan di buku ini; politik dan pemerintahan.

Bisa dibilang, buku Najwa merupakan sebuah tangkisan. Ia menyajikan hal yang sebenarnya urgent dan berat dengan cara yang ringan, lewat catatan-catatan penuh arti. Tata letaknya pun dimuat menarik agar kita tidak merasa jenuh dengan topik yang berat. Judul setiap catatan menarik, ada pengantar untuk tiap episode dan Catatan Najwa yang menjadi ruhnya. Beberapa gambar dan ilustrasi menyelingi agar lebih menarik mata pembaca.

 ‘Apa arti ijazah bertumpuk, jika kepedulian dan kepekaan tidak ikut dipupuk? Apa gunanya sekolah tinggi-tinggi, jika hanya perkaya diri dan sanak famili?’ (Dari Jogja untuk Bangsa, hlm. 159). Cuplikan catatan ini mungkin subyektif, yang timbul dari kelelahan atas kekuasaan yang lalai. Namun, seterusnya catatan ini akan tetap ‘mengganggu’ bila tidak ada perubahan berarti dari mereka yang berkuasa.

Najwa mengangkat isu substantif, akar masalah yang harus dicabut, dengan analisa yang tajam. Ia kumpulkan dalam cacatan ini untuk dibahas bersama, diselesaikan bersama. Catatan kecil ini jadi rekam sejarah. Didalamnya dimuat catatan dari November 2011 hingga Mei 2016, sebuah rentang yang tidak pendek dalam memperjuangkan kemanusiaan.

  • view 142