SARJANA MUDA MENCONTOHKAN CARA BERTANI MODEREN

Rai Generasiku
Karya Rai Generasiku Kategori Lainnya
dipublikasikan 13 Juni 2018
SARJANA MUDA MENCONTOHKAN CARA BERTANI MODEREN

Malaka - Melihat peluang yang cukup besar di industri pertanian, khususnya dalam hal budidaya hortikultura. Menurutnya, masih sedikit orang di daerahnya yang berprofesi sebagai petani hortikultura sementara kebutuhan pasar untuk konsumsi rumah tangga sangat tinggi. Hal tersebut menyebabkan termotivasi petani mudah bermodal keyakinan, ia memanfaatkan lahan seluas 50x30 meter persegi di samping rumahnya untuk budidaya berbagai macam sayur mayur, seperti Sawi, kangkung, cabai, jagung, tomat, kacang panjang, terung dan yang lainnya.

Budidaya sayuran merupakan upaya peningkatan sumberdaya lahan melalui perbaikan dan peningkatan daya dukung lahan menjadi lahan yang produktif untuk peningkatan produksi dan produktivitas sayuran unggulan nasional yang meliputi aneka sayuran, dengan Tujuan optimasi lahan, meliputi: 1) Memanfaatkan lahan pertanian sementara tidak diusahakan menjadi lahan produktif; 2) Meningkatkan indeks pertanaman (IP) untuk memperluas tanaman; 3) Melestarikan sumberdaya lahan pertanian dan 4) Memperluas kesempatan kerja dan kesempatan berusaha di perdesaan.

Sarjana muda Patrisius Lesu, mencontohkan bertani moderen di Desa Lakekukun Utara kecamatan kobalima Kabupaten malaka, menurut sarjana muda ini dibanding menanam Padi, lebih memilih tanam sayuran, sebab tanaman sayur dan jagung manis lebih cepat masa panennya.

Seperti yang dilakukan sarjana mudah petani binaan PT BISI International.Tbk, Patrisius Lesu, petani mudah di Desa Lakekukun Utara kecamatan kobalima Kabupaten malaka, dibanding menanam Padi, petani mudah desa Ini memilih tanam sayuran, sebab tanaman sayur dan jagung manis lebih cepat panen, Patrisius saat mengolah lahan pertaniannya untuk menanam tanaman sayuran dan mulai mengolah lahan pertanian mereka. meskipun komoditi hortikultura sangat muda diserang hama & penyakit dan membutuhkan perawatan yang serius namun bermodalkan Ilmu praktis yg diperoleh di bangku kuliah ( Politeknik Pertanian Negeri Kupang ) dan Pembinaan yang diberikan Oleh Petugas PT. BISI International, Tbk Membuat dirinya Optimis akan Bisa Mengatasi Semua Kendala yang Terjadi.

Patrisius Lesu saat ditemui dilokasi budi dayanya mengatakanan komoditi hortikultura yang dibudidayakannya akan berhasil dan memuaskan jika dilakukan dengan serius berdasarkan panca usaha tani ( Pemilihan Varietas Unggul, Persemaian, Penanaman, Pemeliharaan Penyiraman, Penyulaman, Pemupukan, Penyiangan, Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman dan Panen) pangkas mantan ketua gabungan mahasiswa timor politani itu.

Ketika ditanya soal modal, patrisius mengungkapkan, untuk bercocok tanam sayuran, modal yang dikeluarkannya tidak terlalu besar. Yakni hanya sekitar Rp 500.000, modal itu digunaka untuk proses pengolahan lahan, pembelian bibit, penyemaian benih, dan lain-lain. Saya Juga mendapat suport dari PT. BISI International, Tbk berupa sample benih tomat fortuna, cabai rawit fiscovery, terung ratih ungu, kacang panjang dewi dan kangkung BISI. Lokasi Ini juga dijadikan sebagai lahan contoh oleh PT. BISI. Saya lakukan ini sebagi bentuk Implementasi/ penerapan Ilmu yang sy pelajari semasa kuliah, saya sebagai sarjana muda bidang pertanian, secara jujur saya sampaikan bahwa saya tidak malu menjadi petani malahan saya bersyukur bisa hadir sebagai petani yang berwawasan bisnis di kampung halaman. Hal ini juga saya lakukan sebagai bentuk kecintaan saya terhadap pertanian besik saya. Saya tidak malu jadi petani justru saya Merasa malu ketika melamar pekerjaan biarkan saya lanjutkan profesi saya ini.

Produk produk dari BISI Cap kapal terbang dan kita jadikan sebagai Mini Show Farm di Kabupaten Malaka.

Pelaksana tugas pimpinan PT. BISI International, Tbk wilayah NTT Gusty Halek ketika diKonfirmasi Via WA membenarkan Hal ini. Pak Patris, Sebagai Spot Worker di Kabupatrn Malaka dia juga mendorong beliau sehingga lahan yang diusahakan bisa menjadi contoh bagi petani di Kobalima dan Sekitarnya. Lahan Tersebut murni menggunakan produk produk dari BISI Cap kapal terbang dan kita jadikan sebagai Mini Show Farm di Kabupaten Malaka.(ss/bb)

  • view 205