Catatan Hati Seorang Anak

Catatan Hati Seorang Anak

Ronald Adipati
Karya Ronald Adipati Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 11 Februari 2018
Catatan Hati Seorang Anak

Di bawah rimbunan 'haju rimba' ini aku terpaku. Pada ruang tak berjedah, pada lagu tak berujung, aku masih menanti pada dekap dan kecupmu, my lovely mommy. Mama, Ku tahu, tak mudah bagimu melenggang ke tanah seberang meninggalkan aku yang masih belum mahir mengeja kata apalagi makna. Aku telah menakar sedu sedanmu tentangku, tentang kita. 

 Mama, jujur. Aku masih belum mampu memakna pisah meski sejenak. Aku juga belum mampu memakna jarak meski sejengkal. Untuk apa semuanya ma? Belum cukupkah kehadiranku menambah bahagiamu? Haruskah mama pontang panting belajar lagi untuk menambah bahagiaku?

 Ma, kebahagianku bukan terletak pada deret gelar ayah dan mama. Kebanggaanku bukan pada 'sebagai apa' ayah dan mama. Aku bahagia jika kita kembali berkawan akrab, membunuh waktu dengan meriam tawa dan granat canda. Itu bahagiaku. 

 Ma, i missed the time passed by. Rindu akan semua catatan kebahagian yang telah ditorehkan meski bukan di All England. Kita dulu telah menang game by game, dan kita bangga, we are the champion. Kita menang dalam tertawa, meski sesekali terselip umpatan kasar kepadaku. Tapi itu karena salahku dan mama sayang padaku. 

 Ma, masihkah mama belum bahagia dengan kehadiranku hingga tanpa diskusi dan permisi mama pergi mengejar impian mama? Ma, ini bukan soal privelege, ma. Ini soal aku. Aku yg masih berhutang sayang pada mama. Meski aku dititip di pangkuan ayah, aku masih lapar, ma. Lapar kasih sayang mama. Sampai kapan mama? 

 Sampai kapan aku terjebak dalam egoisme kalian? You, both have killed me, since the first time i came
 Kalau dulu kalian belum bahagia, mengapa pula memaksa kehendak meng-ada-kan aku? Ataukah aku hanya sebuah kesalahan, mamaku? 

 Aku masih di sini, di bawah rimba ini. Aku meminang sayang dari alam, karena mama tak punya ruang sayang untukku.

*Haju rimba: Pohon rimba, sejenis pohon beringin di Manggarai Timur - Flores - NTT

  • view 135