Cara Terhindar dari Kekecewaan

Risma Ma'rifah
Karya Risma Ma'rifah Kategori Motivasi
dipublikasikan 14 September 2018
Cara Terhindar dari Kekecewaan

Cara terhindar dari kekecewaan adalah dengan tidak berharap pada makhluk.

I've learned something from this. 

Pada moment yg hampir sama, aku merusak semuanya. Karna apa? Hanya karna harapan yg berujung kekecewaan. Salah siapa? Ada yg bisa dijadikan tersangka? No, nothing. Dan ketika aku memikirkannya sekarang, hari ini, detik ini, aku tersenyum kecut. Yg bersalah adalah ???? (my self). 

Pada moment itu (dulu) aku sama sekali tidak berminat untuk sekedar membuat moment terakhir yg bisa di kenang. Atau setidaknya bisa aku kenang sendiri. Aku tidak akan berharap juga apakah orang lain akan mengenang kebersamaan denganku, karna jika tidak apa yg terjadi? Ya, kekecewaan hadir lagi. Yang aku lakukan seolah membuat jarak, gap yg sengaja aku lukis sendiri, "do not entry". Semacam itu. Lalu pulang dengan kehampaan, yg padahal harusnya hari itu menjadi moment yg membahagiakan. Jadi salah siapa? Haha yap, me again.

Dan moment yg hampir sama itu akan segera hadir. Harus kuulang kembali seperti tempo hari? Harus kubuat gap yang lebih luas? Harus kubuat kehampaan yg mampu menelanku secara utuh? Harus menjadi tersangka yg mengacaukan moment bahagiaku sendiri? Hahaha please, aku bukan tipe manusia yg bisa menerima titel "bersalah". I won't it. And I hate it. So? (Ada yg berbisik). Hehe. Tersenyum kecut lagi? No, hanya senyum penuh arti. 

Jika saja dulu aku paham bahwa tidak ada satupun yang memiliki satu titik hak pun untuk diharapkan selain hanya berharap pada sang Khalik maka aku pun tidak akan memiliki satu titik kekecewaan. No one else but Allah. Just Allah. Remember it.

And now, sebelum hari itu hadir, sebelum semuanya terlambat. Aku harus menanamkan pemahamanku dengan baik, menyimpannya dengan apik, mengamalkannya dengan satu sebab, karna Allah semata. Agar dijauhkan dari kekecewaan yang tidak penting. Dari kekecewaan yang tidak seharusnya aku miliki.

Aku yakin, Allah pemilik skenario terindah yang akan senantiasa tau apa yg hambanya butuhkan, bukan apa yg hambanya inginkan. 

"Inginku belum tentu baik menurut-Nya, yg kuyakini, Allah akan mengganti inginku dengan yg terbaik menurut-Nya".

Ya Allah, jika hal ini baik untuk hamba maka dekatlanlah, dan jika hal ini buruk untuk hamba maka jauhkanlah. 

Hanya saja aku selalu yakin, meski sangat sering aku menolak bahwa inginku adalah yg terbaik. Tapi mungkin Allah memiliki jawaban sebaliknya, dan mestinya aku paham, da mengikuti yg aku yakini.

Maaf ya Allah, aku selalu saja menutup mata dari setiap petunjuk-Mu.

Aku, ingin bahagia. Aku ingin terbebas dari kekecewaan. Aku ingin menjadi manusia bebas. Aku tidak ingin mengurung dan mengikat perasaanku lagi. Kamu bebas! Aku bebas!

Banjaran, 14 Sepetember 2019
Risma Ma'rifah | 17.02

  • view 69