PN Atambua Gelar Sidang Lapangan Sengketa lahan Gereja Paroki Bolan St. Fransisk

Brita  Akurat
Karya Brita  Akurat Kategori Lainnya
dipublikasikan 06 Desember 2017
PN Atambua Gelar Sidang Lapangan Sengketa lahan Gereja Paroki Bolan St. Fransisk

MALAKA INSPIRASI - Pengadilan Negri Atambua Kembali Menggelar Sidang Terkait Sengketa Lahan Paroki Bolan St. Fransiskus Xaverius Kampung Misi, Desa Fahiluka, Kecamatan Malaka Tengah

Dalam sidang perdana Sebelumnya yang dipimpin Majelis Hakim, Gustav Bles Kupa, Selasa (31/10/2017), lalu para pastor  menggugat Yosef Ama Bere Seran terkait sebidang tanah yang terletak di Kampung Misi, Desa Fahiluka, Kecamatan Malaka Tengah menurut para pastor Merupakan tanah milik Paroki Bolan.

di Lain Pihak Yosef Ama Bere Seran (Anggota DPRD Malaka Frak Nasdem) mengatakan, saya tidak pernah memperkarakan Sebidang Lahan yang berada di kawasan Paroki Santo Fransiskus Xaverius Bolan.

"Jujur Saya tidak mengadu, saya yang digugat. Saya, saya datang untuk mendengar gugatan di pengadilan,

Menurut Yosef, Saya harus menyampaikan kepada Masyarakat untuk Mengklarifikasi informasi .bukan saya yang menggugat para pendeta. Bahkan, saya menghendaki agar Kita Sama - Sama mencari jalan keluar Agar tidak Ada Yang merasa di Rugikan.

Sidang lapangan Yang di Gelar Rabu (06/12/17)
Tim Pengadilan Negeri Atambua langsung Ke lokasi tanah sengketa lahan di  paroki bolan

Hari ini Kami langsung turun  sehinga kita bisa Melihat Kebenaran Yang Ada

Hal Tersebut disampaikan oleh Ketua majelis hakim Pengadilan Negeri Atambua, Gustav Bles Kupa kepada media ini, usai Melaksanakan sidang, Rabu (06/12/17)

"Gustav Bles Kupa menambakan, Kami Ingin Melihat secara langsung batas-batas yang termuat dalam surat gugatan itu sesuai degan fakta dilapangan atau tidak, dan Surat itu sebenarnya tidak dilapangan
" luas Lahan benar tidak, batas dengan siapa, jadi betul sesuai dengan yang loaded disurat pengadilan
Tadi Kita melakukan pengukuran memang ada selisih ukuran tapi sudah biasa, Nanti Pembuktian Yaa Di Pengadilan. Tuntas. Gustav Bles Kupa.

SementaraRomo Romo Paulus Nahak sebagai penggugat mengharapkan, semoga hakim yang sudah melihat langsung di lapangan Agar mengambil sikap yang benar, terkait lahan yang di Permasalahkan.
katanya Pula "Sidang ini semoga hakim bisa melihat langsung dan tau persis dan kedepan bisa barang bukti dan tulisan sesuai dengan keterang dilapangan"

Lanjut Romo, Kita memiliki bukti-bukti yang kuat, mulai dari penyerahan tanah oleh tua adat pada saat itu dan sertifikat juga berkas-berkas lainya, katanya.

Romo Paulus menambahkan, Kita tetap optimis terkait kasus ini, karena ini demi kepentingan umat dan banyak orang bukan kepentingan saya dan teman romo lainya.Tuntas Romo Paulus.

Sementara Silvester Nahak yang merupakan pengacara Yoseb Ama Bere Seran mengatakan, terkait materi perkara ini, memang beda selisi ukuran hasil yang ada dan juga pengamatan kita terkait objek sengketa saat ini ada perbedaan, tapi semua perbedaan itu kita buktikan di persidangan nanti.

"Soal perselisihan di lahan sengketa biasa, masing-masing kita akan terbukti di persidangan", Ungkap Sili Nahak
(ins. Bgr)

  • view 218