Wahai Warganet, Tulis Cuitanmu Dalam Ejaan Bahasa Indonesia Yang Baik

Nazlah Hasni
Karya Nazlah Hasni Kategori Renungan
dipublikasikan 09 Oktober 2017
Wahai Warganet, Tulis Cuitanmu Dalam Ejaan Bahasa Indonesia Yang Baik

Wahai Warganet, Tulis Cuitanmu Dalam Ejaan Bahasa Indonesia Yang Baik, Renungan di Bulan Oktober Sebagai Bulan Bahasa

 

(1). Met ulg thn dik Mg allah memberkhmu sll sehat en sukss ya.

 

(2). Met ulang tahun, Dik. Semoga Allah memberkahimu. Selalu sehat dan sukses ya.

 

 

Menurut anda di antara kedua kalimat di atas, mana yang paling enak dibaca? Saya yakin pasti kompak menjawab kalimat nomor (2). Memang ada yang menjawab nomor (1), gitu? Wah yang menjawab kalimat (1) harus dipertanyakan lagi, dulu waktu jam pelajaran Bahasa ke mana? Hehehe.

 

Internet dan media sosial telah menjadi ranah publik yang memungkinkan semua orang untuk menulis apapun. Beragam cuitan mulai opini, curhatan sampai dagangan tumplek blek di media sosial.  Namun, mari kita perhatikan, masih banyak warganet yang menulis cuitan tanpa memperhatikan Ejaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

 

Kesalahan yang jamak dilakukan warganet adalah:

 

  1. Menyingkat kata.

Banyak kerugian yang disebabkan ketika menyingkat kata, di antaranya adalah kemungkinan terjadi multitafsir yang memicu kesalahpahaman.

Contoh, si A menyingkat kata sehat menjadi sht, namun si B atau C yang membacanya bisa saja mengartikan sht dengan sehati.     

 

  1. Tidak memperhatikan tanda baca.

Tanda baca seperti titik, koma, tanda tanya dkk penting untuk membantu mempertegas maksud cuitan anda. Juga memudahkan pembaca untuk memahami apa yang ingin anda sampaikan.

Contoh:

Hari ini aku senang sekali hari ini adalah ulang tahunku yang ketujubelas ayah bunda kakek nenek teman teman datang di pesta ultahku trmkasih tlh mendoakanku teman semoga kalian juga bhgia berbarengan hari ultahku ini aku mendapat surprise namaku disebut sebagai salah satu pemenang undian berhadiah motor di sebuah swalayan baru dekat rumah alhamdulillah

 

Yakin saja, anda ngos-ngosan membaca kalimat tanpa titik koma diatas ;)

 

  1. Tidak menggunakan huruf besar pada yang seharusnya menggunakan huruf besar.

Banyak yang masih memakai huruf kecil untuk menulis nama kota, negara, orang bahkan terkadang nama Tuhan.

 

Pada tulisan ini saya hanya ingin mengingatkan, siapa lagi yang akan menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar bila bukan kita sendiri. Bukan karena mentang-mentang emak penulis amatiran, bukan. Saya pun masih harus banyak belajar. Tak penting apakah anda akan serius di dunia kepenulisan atau tidak, sesederhana atau sesingkat apa pun cuitan anda, maka tulislah dalam bahasa Indonesia yang baik.

 

Sungguh, pendiri bangsa ini telah sepakat untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, bahasa pemersatu bangsa yang terdiri dari ribuan suku, budaya dan bahasa.

 

SOEMPAH PEMOEDA

Pertama :

– KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA

Kedua :

– KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA

Ketiga :

– KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA

Djakarta, 28 Oktober 1928

 

Demikianlah.

 

Malang, 9 Oktober 2017

 

Bunda Farhanah



Sumber Gambar: Google

 

  • view 81