Kuatkan Identitas Brandingmu. Sudah Coba Pakai Langkah Triangulasi?

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Enterpreneurship
dipublikasikan 12 Oktober 2017
Kuatkan Identitas Brandingmu. Sudah Coba Pakai Langkah Triangulasi?

Siapa yang tidak pernah membuka ponsel pintar pribadinya sesaat setelah bangun tidur, bahkan hanya untuk mematikan alarm? Sejak pagi, segala hal bisa ditemukan di dalam gawai canggih yang masing-masing kita miliki. Pun begitu, semua sosial media menampilkan berbagai macam dan jenis iklan untuk penggunanya, terutama bagi sosial media yang memang difungsikan untuk berjualan. Di antara ribuan iklan dan “pesan” pesaing bisnis untuk calon pelanggan yang sama, produk buatanmu perlu suatu pembeda agar dilirik bahkan dibeli oleh konsumen. Olehnya, penting nih membangun kekuatan produkmu dari tiga perspektif ini seperti yang dilansir dalam Entrepreneur.

Perspektif Konsumen

Semua branding yang kamu buat memerlukan perspektif konsumen untuk melihat seberapa jauh konsumen mampu merespon baik produk dan jasa milikmu. Maka dari itu, kamu perlu memasuki isi kepala mereka agar mengetahui pendapat mereka. Bukan berarti merasuki pikiran konsumen lho, tanyakan target pasarmu dan observasi semua yang mereka lihat dari sudut pandang pembeli, bukan sudut pandangmu sebagai penjual.

Perspektif Internal

Anggaplah tahapan mengetahui perspektif konsumen sebagai riset awal penguatan branding. Selanjutnya, kamu perlu mendefinisikan brand bukan hanya sekadar tagline atau slogan tetapi sebagai sebuah pernyataan misi dari merekmu sendiri, Inspirator. Seperti Nike yang ber-tagline Just Do It, mereka memiliki misi untuk membawa inspirasi dan inovasi pada setiap atlet* di dunia. Atlet yang dimaksud oleh Nike adalah setiap orang yang memiliki raga. Kamu sadar kan, hampir semua orang memiliki tubuh?

Perspektif Pasar

Setelah tuntas dengan value internal, saatnya kamu mengetahui posisi produkmu di pasaran. Bagaimana kompetitor bisa melawan produkmu dengan seluruh kekuatan mereka? Untuk itu, produkmu perlu unik dan memiliki nilai jual sangat berbeda di mata konsumen, misalnya produkmu mampu memenuhi kebutuhan konsumen yang paling dibutuhkan meski ia belum menyadarinya. Contohnya kamu membuat sabun cuci yang bisa membersihkan paling bersih sekaligus merawat kulit dan tidak menyebabkan iritasi jika digunakan setiap hari.

 

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 26