Kriuk-Kriuk Fakta Tentang Kerupuk

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Kuliner
dipublikasikan 11 Oktober 2017
Kriuk-Kriuk Fakta Tentang Kerupuk

Kerupuk dianggap menjadi salah satu pelengkap wajib dunia makanan bagi banyak orang di Indonesia. Kekhasan dari cemilan tersohor ini tidak lain karena garing, gurih rasa, dan sensasi bunyi krauk-kriuk yang terdengar ketika memakannya. Bagi kamu para pecinta kerupuk, ada lho beberapa fenomena kuliner kesayangan kita semua yang perlu kamu tahu. Apa saja?

Nama
Sudah tahu asal muasal nama kerupuk? Tidak banyak artikel yang membahas secara mendalam tentang sejarah makanan gurih ini dari sudut pandang sejarah penamaan. Sebab, banyak orang langsung menikmati garingnya kerupuk sampai kenyang tanpa peduli dengan asal kata kerupuk. Di beberapa negara, kerupuk memiliki nama yang bermacam-macam. Malaysia menamakan camilan garing ini sebagai keropok, di Filipina bernama kropek, prawn crackers di Australia, banh tom Phong di Vietnam, xiapian di Cina, dan kroepoek di Belanda dan Suriname.

Ragam
Penamaan yang bermacam-macam juga mengindikasikan perbedaan dari makanan garing ini, Inspirator. Di Indonesia, kerupuk umumnya terdiri dari tepung tapioka dan campuran berbagai macam jenis ikan. Tak sedikit juga kerupuk yang dibuat menggunakan beras ketan kering, kulit binatang, aci, sayuran (seperti kerupuk bayam, jengkol, dan melinjo), dan modifikasi olahan kerupuk seperti tambahan topping pada rempeyek.

Tradisi
Peringatan 17 Agustusan tidak ramai tanpa lomba makan kerupuk. Tali yang menggantung tinggi di antara tali lainnya menjadikan kerupuk sebagai target gigitan peserta lomba. Sejarahnya, kerupuk ada dalam agenda lomba peringatan kemerdekaan karena saat masa penjajahan, camilan kering ini dijadikan menu utama makanan bagi warga Hindia-Belanda. Konon, kerupuk pada acara 17an mengingatkan bahwa para pendahulu pernah hidup di bawah keprihatinan karena penjajah. Perlombaan makan kerupuk dianggap sebagai upaya menceritakan kembali kisah pahit yang dikemas dalam kegiatan tahunan masyarakat di berbagai daerah. Hingga sekarang ini kerupuk menjadi simbol pangan, solidaritas, dan kebersamaan masyarakat Indonesia.
 
 



 
 
*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 73