Biarkan Aku meminta Mu

Kurniall Zulhandayani Rizki
Karya Kurniall Zulhandayani Rizki Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 17 Mei 2017
Biarkan Aku meminta Mu

 

Bagi Ina perasaannya terhadap Abi tak pernah berubah. Ina akan rela hujan-hujanan demi membawa sesuatu yang diminta Abi. Tak pernah sekalipun Ina menolak untuk membantu apapun yang Abi minta. Baginya Abi lah yang sangat penting, Abi lah alasan Ina tetap menjalani kehidupannya. Cukup naif untuk perempuan berusia 22 tahun itu untuk terus mengejar laki-laki yang sama sekali mungkin tak pernah melihatnya sebagai seorang wanita, karena sejauh ini Ina masih berusaha untuk meraih Abi.

Sedangkan bagi Abi, Ina adalah adik yang sangat baik. Mereka bertetangga sudah sangat lama. Orang tua mereka juga berhubungan sangat baik. Abi tahu Ina sudah menyukainya sejak mereka pertama kali pindah ke rumah barunya yang saat ini mereka tempati. Tetapi perasaan Abi tak lebih sebagai seorang kakak tertua yang senang dengan kehadiran Ina di dalam hidupnya, itu saja tidak lebih. Hingga suatu malam, Abi tak sengaja mendengar orang tuanya membicarakan tentang suatu perjodohan, antara......... Ia dan Ina.

***

Ina sudah sangat Girang mendengar percakapan kedua orang tuanya mengenai perjodohannya dengan Abi, tak ada yang lebih membuat Ina bahagia selain hidup bersama Abi. Malam itu Ina bahkan tak bisa tidur sama sekali, Ina terlalu bahagia. Ia sudah memikirkan sesuatu yang sangat jauh, seperti berapa anak yang akan mereka punya atau mereka akan tinggal di negara mana setelah menikah. Hayalan Ina terlalu indah membuat Ina tak ingin memejamkan mata. Dalam hati Dia ingin orang tuanya mempercepat perjodohan itu, iya secepatnya.

***

Abi yang biasanya seorang yang tenang, malam itu tiba-tiba tak terima dengan keputusan orang tuanya. Dia tak pernah diajak untuk berdiskusi mengenai persoalan perjodohan tersebut. sebagai seorang laki-laki, Abilah yang sehrusnya memutuskan menikahi siapa yang ingin dia nikahi, bukan dengan keinginan orang tuanya. Sontak saja orang tua Abi, saat itu kaget tak pernah Ia melihat Abi semarah Itu. Orang tuanya hanya bisa mengatakan bahwa itu baru rencana. Mereka tentu akan membicarakannya dengan Abi dan Ina.

Sejauh ini Abi masih bisa tenang. Ia percaya pada Ina. Ina akan berpikir lebih jauh mengenai perjodohan ini, Abi percaya Ina tidak akan menerima perjodohan ini tanpa membicarakannya dengan Dia. Abi akhirnya teringat, iya... Ia harus bicara dengan Ina, Ia harus meminta sesuatu.

***

“Ina?” Abi berbicara lewat telpon,

“Iya Bi?”

“Aku ingin meminta sesuatu pada mu, inilah satu-satunya yang sangat ku inginkan saat ini lebih dari apapun” Suara Abi terdengar sangat lembut.

“Akan ku penuhi Bi”

“Kau berjanji akan memenuhi permintaan ku?”

“Iya, aku berjanji”

“Biarkan aku meminta mu untuk menolak perjodohan kita, aku sangat menyayangi mu Ina, tetapi tidak lebih dari seorang kakak. Aku pernah berusaha untuk mengubah cara ku memandang mu sejak lama, tetapi aku tak pernah melihat mu sebagai seorang wanita, aku tidak bisa mencintai mu. Aku tidak bisa menghabiskan sisa hidup ku bersama mu. Aku sungguh minta maaf Ina. Aku sudah kehabisan akal. Aku tahu ketika orang tua kita sudah membicarakan ini. mereka akan tetap melaksanakannya meski aku berkata tidak, karena mereka tak akan mengerti. Ini berbeda jika kau yang mengatakannya. Orang tua ku sangat menyayangi mu mungkin melebihi aku. Mereka akan mengabulkan permohonan mu. Aku yakin...” Abi menghentikan pembicaraannya, karena di seberang sana mulai terdengar isakan tangis Ina dari telpon.

Hati Ina remuk, Ia sudah berjanji memenuhi permintaan Abi yang sangat kejam baginya. Tetapi tetap saja Ia sudah berjanji dan Abi terang-terangan menolaknya mentah-mentah. Ia diam sebentar dan berkata dengan sedih.

“Bi mungkin ini terdengar egois, aku tak akan melepaskan mu. Aku berjanji akan membuat perjodohan ini terjadi tidak peduli apapun. Aku akan membuat mu mencintai ku. Tunggu saja Bi, aku berjanji” Ina menutup telpon.

Ampenan,12-11-2016

Z.R, K

  • view 73