Tidak ada Cinta tapi Kerja Keras

Kurniall Zulhandayani Rizki
Karya Kurniall Zulhandayani Rizki Kategori Motivasi
dipublikasikan 03 Juli 2016
Tidak ada Cinta tapi Kerja Keras

 

Perlahan dia membalikkan punggungnya, terlihat jelas betapa erat ia menggenggam tangan wanita yang ia sukai sejak pertama kami duduk dibangku kuliah. Hehhh kenapa aku bodoh sekali karena tidak menyadarinya. Aku hanya bisa menarik nafas dalam-dalam melihat pemandangan mengiris seperti ini di depan mataku . Aku seolah seperti menjadi pemeran orang ketiga dalam drama korea yang sering ku tonton. Ku lambaikan tangan ku dan tersenyum melihat dia tiba-tiba membalikan badannya dan melambaikan tangan dengan senyum yang lebar, lihatlah  senyum yang selama ini membuat hari-hari ku berwarna.

Saranghae”, lirih ku pelan sambil menunduk, kata-kata yang ku ucapkan setiap kali aku melihatnya dari ke jauhan.

Jalan setapak kecil di depan gedung kampus kami yang sudah lama dan terlihat klasik menjadi saksi perjalan hidup kami. Meski selama ini aku bersamanya dan terus ada disampingnya bukan brarti kami memiliki ikatan yang lebih dari seorang sahabat, walaupun pada kenyataannya aku memiliki perasaan yang lebih padanya. Tentu aku menghargai “ikatan” diantara kami sebagai seorang sahabat, aku bahagia karena ia nyaman bersama ku meski tidak melihat ku seebagai seorang “wanita” seperti yang sering diucapkan dalam drama korea. Jika laki-laki tidak mencintai wanita meski dia selalu bersamanya maka laki-laki tersebut tidak melihat si wanita sebagai mana dasarnya seorang wanita. Pribahasa yang aneh memang.

Ayolah jangan bersedih , angkat kepala mu jangan menunduk ! Pikiran ku berbicara tegas melihat diriku yang mengikuti suasana hati. Ku susuri jalan setapak kecil ini dan berjalan pelan , lihatlahlah jalan setapak yang sama dan bangunan yang sama yang kulalui tetapi setiap kali akan terasa berbeda. Iya  sangat berbeda, apalagi saat ini.  Aku berjalan semakin jauh dan ingatan kejadian 5 hari yang lalu, masih terngiang dikepala ku, aku tersenyum pahit.

“sungguh menyedihkan dan bodoh,”

Hari itu aku girang bukan kepalang, kejadiannya dimulai pada malam hari setelah kami pulang dari cafe langganan kami. Saat itu dia terlihat berbeda maksud ku sikapnya tidak seperti biasanya dia terus saja tersenyum ketika melihat ku , entahlah seperti ada yang berbeda atau ini hanya perasaan ku saja. Aku  mulai senyum-senyum sendiri memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang akan membuatku mabuk kepayang. 

“Ahhh sudahlah, ingat kalian bersahabat bukankah itu cukup dan menyenangkan” ucapku perlahan mengikuti kata pikiranku meski hatiku menggeleng keras. ku tata kembali perasaan ku, buang jauh kemungkinan-kemungkinan yang tadinya kuharapkan.

Merebahkan badan dikasur menjadi penghilang lelah selama seharian berkegiatan pada malam itu dan tidak lama kemudian pesan lewat SMS masuk darinya. aku terkejut tidak biasanya dia mengirim SMS malam-malam begini dan isi SMS-nya malah lebih mengejutkan, dia mengatakan,

 “ aku sudah yakin sekarang , ada yang ingin kusampaikan padamu besok” dengan memberikan emotik senyum di belakang. Apa maksudnya , apakah ini?

Malam itu aku tidak ingin berasumsi yang macam-macam kucari banyak hal di internet yang mengaitkan tentang “sahabat jadi cinta” ah apa-apaan ini. Hatiku berkata bahwa ini sudah jelas dia pasti menyadari satu hal bahwa dia menyukai ku tapi pikiran ku berkata bahwa aku tidak boleh percaya begitu saja apa yang dikatakan oleh hatiku. Ah kejadian itu memang konyol. aku tidak bisa tidur, ku paksakan diriku pun tidak bisa. Bolak balik hadap, tetap saja tidak bisa. Malam berlalu lama sekali tidak seperti malam-malam sebelumnya, kenapa harus serumit ini. Arrrggggg,

Sehingga pagi hari tiba, aku mengenakan pakaian terbaikku,  ku coba untuk berdandan lebih rapi dari biasanya aku bahkan menggunakan sedikit make up. Ah aku memang berlebihan , tapi aku menyukainya. Aku berjalan pelan , pagi itu jalan setapak didepan kampusku ku terasa seperti jalan yang diberi karpet merah dengan pohon sakura di sekelilingnya yang sedang berguguran, indah sekali. Ku pelankan jalanku, dan tiba-tiba jalanku terhenti , dari kejauhan kulihat dia melambaikan tangan sambil tersenyum dan berlari kecil kearahku seperti seorang pangeran berkuda putih yang melambai ke arah Cinderella berspatu kaca yang tidak lain ialah diriku. Ah aku kembali tersenyum sendiri dan menunduk bahagia.

“kenapa lama sekali? Bukankah sudah ku katakan ada yang penting yang ingin ku bicarakan” ucapnya dengan riang . Senyum ku pun semakin lebar , aku gugup juga keringat dingin tapi aku suka. Dia akan menyatakan perasaannya padaku,hihihi. Hari itu aku sepenuhnya dikuasai perasaanku dan aku merasa seperti wanita paling bahagia didunia ini meski hanya sesaat  .

Kami duduk saling berhadapan dan ia mulai berbicara. Jantungku berdebar sangat kecang seketika.

 “ sebenarnya , mmm eh mmm aku ingin memberitahu ini dari kemari-kemarin tapi aku ragu. Hehh tapi sekarang aku yakin bahwa aku menyukai.... “ akhirnya dia menyebutkan nama wanita itu. Iya wanita yang dia cintai dan itu... bukan diriku. Ceritanya mengalir begitu saja , menusuk hati ku hingga keakar-akar . aku kaget , jadi bukan aku orangnya.

Ia menceritakan bahwa dia menyukai wanita itu sudah lama bahkan sejak awal kami duduk dibangku kuliah dan yang lebih menyakitkannya lagi dia akan menyatakan perasaanya kepada wanita itu dalam 5 hari kedepan. Jlebb, aku tidak bisa berkata apa-apa . aku terpaku, kaget!

5 hari kemudian tiba, aku menyaksikan langsung ia menyatakan perasaannya kepada wanita yang ia cintai itu dan ternyata wanita itu juga menyukainya sejak lama. Aku mencoba tersenyum cerah memandang mereka dan mengacungkan jempol ku tanda pemberian selamat. Kemudian  semuanya berlalu begitu saja.

sulit memang tapi aku mencoba menanta kembali hatiku, pikiranku,dan sikapku. Disisi lain bukankah kami membangun persahabatan ini atas dasar kerja keras maksud ku kami ialah orang yang sama-sama memiliki impian dan ambisi yang kuat,hanya saja aku yang terlalu berlebihan dengan perasaan  ku ini  . yahhh tentu dengan kerelaan hati aku akan tetap pada ikatan kami dari dulu hingga sekarang karena pada ikatan ini tidak ada cinta tapi kerja keras.

Z.R, K

  

 

 

 

  • view 217