Tentang Cinta

Kurniall Zulhandayani Rizki
Karya Kurniall Zulhandayani Rizki Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 03 Juli 2016
Tentang Cinta

Begitu retak perasaanku ketika kau katakan bahwa,
“Mentari, aku tidak bisa mencintaimu karena prinsip ku....”
Bagaimana mungkin perlakuan mu yang selama ini ku anggap sangat berarti, retak begitu saja dan tersapu bersih dalam satu malam, hanya karena kata-kata itu. Aku masih ingat betul kalimat itu, meski sudah tak ku simpan. Terkadang, terasa masih sakit di ulu hatiku sampai saat ini ketika mengingatnya.
Kau takkan mengerti betapa sakitnya perasaan ku setelah kau hempaskan begitu keras. Sempat aku merasa susah untuk bangkit lagi. Sempat juga aku menangis dalam tawaku. Begitu berat ku terima kata-kata mu dan kenyataan. Tau kah kau, aku sungguh memiliki prinsip yang sama dengan mu.
Aku tidak ingin ikatan, hanya saja aku ingin tau perasaan mu yang sebenarnya pada ku. Perlakuan dan kepedulian mu seolah mengatakan bahwa kau memilki rasa pada ku tetapi mulut mu mengatakan tidak. Aku menjadi bingung. Haruskah aku percaya dengan prilaku mu atau kata-kata mu. Itulah yang terbesit dalam pikiran ku malam itu.
Sangat sulit awalnya aku menata kembali pikiran dan hati ku. Sampai akhirnya Allah benar-benar menunjukkan rasa sayang-Nya. Dia membuka mata dan pikiran ku. Bahwa aku tidak bisa seperti itu, aku harus kuat. Karena memang pada dasarnya aku sudah pernah diuji, malah jauh lebih berat dibanding  dengan perkara perasaan ini.
Allah sedang memberiku ujian yakni tentang keihklasan dan tentang melepaskan dengan lapang.  Allah lah yang justru sangat mengerti perasaan ku dan sakit ku. Dia ingin aku tidak merasakan sakit yang jauh lebih mendalam. Hatiku hanya retak tidak hancur.
Aku juga merasa bersyukur bahwa jika ku hitung-hitungan masa terbahagia yang aku terima dibanding dengan masa sakit yang aku dapatkan, jauh lebih besar masa bahagia ku. Seminggu berbanding dua minggu. Yah kurang lebih seperti itu. Allah juga memberikan hikmah lain dibalik sakit hati ini. Bahwa lihatlah sekarang aku menjadi pribadi yang baru yang insyaAllah lebih baik. Allah ingin aku kembali mencinta dalam diam dan mengejar cita-cita ku dengan gesit.
Allah ingin mengajari ku kuat dari sakitnya cinta. Mengajari ku bijak dalam menyikapi cinta. Tak ada yang salah dengan jatuh cinta. Tetapi sikap kita terhadap cintalah yang kadang keliru. Jadi, jadikanlah cinta mu sebagai alasan untuk berbuat baik. Kemudian jadikanlah sakit hati mu sebagai pendorong untuk menjadi hati yang lebih penyayang bukan pembenci. Sehingga hidup mu akan lebih bahagia. Karena sesungguhnya yang bertanggung jawab untuk membuat diri mu bahagia atau tidak adalah diri mu sendiri.
Maka tentang cinta, kembalikan cinta pada cinta bukan benci.
 
                                                               

  • view 209