One day

31
Karya 31  Kategori Motivasi
dipublikasikan 19 Maret 2016
One day

Pagi ini jam 08.30 wib, matahari terlihat cerah tak terhalang awan. Bocah itu belum bangun juga, segera aku mengambil handuk kecil dan kubasahi dengan air hangat lalu ku bilas wajahnya dan seluruh tubuhnya,?

Ayo nak, bangun, kita harus bergegas, perjalanan kita jauh. Rasanya kasihan membangunkannya karena perjalanan cukup jauh memakan waktu satu jam untuk sampai ke tempat terapi nya, ya..anakku usia dua tahun mulai mengikuti terapi karena kecendrungan autis ada padanya.

Dengan sedikit memaksa, aku mulai bergegas pergi sambil menggendongnya karena rasa kantuknya yang belum juga hilang, dia terbiasa bergadang, rasa lelah tubuhnya tidak terlalu mampu di pahami oleh otaknya hingga dia akan selalu aktif smpai dia benar benar tidur. Fisik anak seperti ini dianggap kelebihan kalori sehingga pantang banyak manis dan coklat karena akan semakin menambah pembakaran energi tubuhnya yang mengkibatkan dia tidak merasa lelah.

Dalam satu jam perjalanan kami di angkutan umum, terkadang dia masih tertidur terkadang dia sudah aktif lagi, bahkan harus ku jelaskan pada penumpang yang lain tentang kondisinya agar mereka tak terganggu oleh dirinya yang sangat aktif.

Akhirnya kita sampai di ujung gang, gang yang sempit menuju tempatnya terapi, aku harus segera menggendongnya lagi karena gang ini sangat sempit dan banyak lalu lalang kendaraan, dalam perjalanan sepanjang gang, aku selalu berdiskusi dengan hatiku, penuh keyakinan dan doa didalam hati sehingga aku masih kuat terus melangkah, ya Allah...jika aku nanti akan duluan pergi, aku mau sampai aku selesaikan terapinya sampai dia mandiri dan tak menyusahkan orang lain..bila aku pergi setelah itu aku merasa puas karena telah berbakti padaMu dengan menjaga amanahMu..setiap perjalananku selalu doa itu yang kuucapkan dalam hati..bagaikan membakar api semangat baru bagiku.

Anakku..ibumu ini berusaha yang terbaik untukmu, bukan hanya untukmu, tapi untuk diriku juga karena ibumu ini yakin, suatu saat usaha ibumu ini akan dibayar...Allah yang akan memberi bayarannya bukan dirimu, karena engkau hanya suatu alasanNya untuk menjadikan ibumu ini dekat padaNya

?

?

?

?

*gambar dari media sosial lain