Seurat nafsu seurat malu

31
Karya 31  Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 18 Maret 2016
Seurat nafsu seurat malu

Ini bukan masalah ADS (asli daging sapi) atau masalah bakso urat..tapi saya hanya terkenang suatu peristiwa dimasa lampau, tentang sebuah imajinasi pria dan tanggapan wanita yang tak ingin menjadi objek imajinasi pria tersebut, ketika pria menganggap bahwa semua imajinasinya adalah fitrah maka wanita juga punya hak untuk menolak menjadi objek imajinasinya.

Begini ceritanya, awal mula masuknya internet di dunia pergaulan berwujud alam chatting menjadi ajang perkenalan dan penambah relasi di penjuru dunia, begitu juga dengan saya dimasa itu yang ingin mencoba dan mencoba. Singkat cerita saya mulai suka chatting di warnet yang kala itu masih jarang beredar. Iseng punya iseng saya memulai chatting dengan banyak orang, menyenangkan dan sangat banyak menambah wawasan baru tentang daerah lain diluar sana.

Diantara teman chatting saya ada satu orang yang sangat intens mengajak saya berkomunikasi, saya menanggapinya dengan sewajarnya saja. Tapi lama kelamaan saya perhatikan dia benar benar menarik perhatian saya, pembicaraan yang mulai seenak jarinya mengetik membuat saya mengernyitkan dahi, dan akhirnya saya menutup beberapa chatting yang lain dan saya mulai fokus pada orang ini, saya penasaran dia maunya apa. Dia terus saja mengutarakan imajinasinya meskipun saya tidak menjawab, apalagi kalau saya menjawabnya, sepertinya huruf huruf yang diketiknya mengalir deras lebih deras dari kran air. Saya merasa dia sangat bernafsu sekali mengimajinasikan teman chattingnya yang dia tahu adalah wanita, meskipun dia tidak tahu bagaimana bentuknya ^^. Entahlah, saya tidak mengerti jalan pikirannya.

Semakin lama kalimat kalimatnya semakin buat saya gerah dan mungkin saya akan segera mematikan komputer ini dan pergi, tapi tunggu dulu, saya perlu menjawab kalimatnya yang terakhir sebelum saya pergi, karena menurut saya ini salah satu bentuk pelecehan apapun alasannya, ketika dia sudah mulai mengungkapkan gambaran yang begitu tidak senonoh pada kalimat terakhirnya saat itu, saya pun membalas chattingannya dan saya katakan?berarti ibu kamu begitu ya?? dan saya menunggu responnya, jelas saja dia mengamuk, sepertinya saya sudah menghancurkan imajinasinya. Dia mulai mengetik seluruh isi kebun binatang sampai seluruh isi got, saya senyum saja dan mematikan komputer lalu pergi.

Sebenarnya kenapa mesti marah seperti itu? Kalau sebelumnya dia sudah tahu resiko membicarakan tentang?wanita tentu termasuk juga wanita wanita yang ada disekitarnya, sehingga taklah heran jika wanita adalah perhiasan dunia, keindahannya mampu melalaikan dan wanita juga adalah makhluk yang lemah, sebaiknya dijaga dan dihormati karena setiap manusia setelah adam dan hawa adalah berasal dari rahim wanita, jika melecehkan wanita dihadapanmu ingatlah ada wanita terhormat dibelakangmu yang mengharapkanmu juga menghormati sosok seorang wanita.

  • view 118