Generasi dan generasi

31
Karya 31  Kategori Motivasi
dipublikasikan 05 Maret 2016
Generasi dan generasi

Tak hanya tunas pohon saja yang kehilangan lahan untuk tumbuh..di bumi ini generasi sepertinya mulai dipaksa karbitan agar kematangan luar menjadi cepat tapi didalam masih mentah, tekhnologi canggih yang pesat banyak membantu pertumbuhan dan pembangunan juga memajukan pendidikan, seharusnya.

Tapi banyak sisi negatif yang semakin hari semakin terlihat. Filter masyarakat terutama keluarga yang seperti apa yang cocok bagi para generasi sekarang? Begitu halusnya partikel partikel informasi dari segala penjuru dunia masuk secara merata seperti air yang mengalir dan menyusup ke setiap rongga yang terbuka.

Kita tidak mungkin menutup segala akses masuknya tekhnologi informasi tetapi mungkin perlu menambah filter agar partikel yang buruk tidak masuk dan merusak generasi muda. Banyak sekali contoh yang sangat menghebohkan dan pelakunya adalah anak anak dari anak usia balita yang merokok, anak usia sekolah dasar yang pacaran sampai yang terbaru ini berseliweran di share di media sosial foto anak dibawah umur yang "bobok bareng" kekasihnya, walaupun setelah itu banyak klarifikasi tapi salah satu kontribusi sosial adalah dengan selalu menshare non editan ke media sosial, karena sekarang anak sekolahan pada pakai akun media sosial kan..bahkan ada orang tua yang sudah membuatkan akun media sosial untuk anaknya yang belum bisa membaca, well done.

Sekarang jamannya hak asasi manusia, maka semua berhak dan tidak bisa disalahkan tapi sejatinya kita semua bertanggung jawab untuk generasi kedepan, semoga selalu ada banyak jalan menyelamatkan generasi yang sangat haus dengan edukasi positif dari masyarakat sekitar. Edukasi tentang etika dan moral sudah pasti mulai dibutuhkan lagi di sini, prestasi tanpa dibarengi moral yang tinggi juga akan timpang. Bahkan di jepang sangat banyak edukasi tentang etika dan moral, ya tidak usah jauh jauh mengikuti cara negara lain, lihat saja pendidikan etika di indonesia di jaman dulu banyak juga yang positif karena dulu masih banyak malu nya daripada mau nya..

Ya segitu saja dari saya yang masih belajar mengulas rasa miris di hati

?

*gambar di ambil dari search di google

  • view 101