lelaki itu menginspirasiku #3

31
Karya 31  Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 23 Februari 2016
lelaki itu menginspirasiku #3

Lelaki itu anakku,

Akhirnya aku memutuskan untuk menyekolahkannya disekolah umum, setelah seorang therapistnya menyarankan agar lelakiku ini bersekolah. Selama ini dia hanya mendapat terapi dari terapi okupasi dan terapi wicara dan sepertinya dia benar benar bosan, akhirnya seorang therapistnya mengeluhkannya karena dia selalu tudak mau dilatih, pasti ngamuk dan membuang semua peralatan terapi.

Tapi sekolah? Jujur saja aku tidak tahu apa sekolah bisa menerimanya karena diusia 4 tahun dia belum berbicara dan tingkahnya masih cuek dengan lingkungannya, Alhamdulillah setelah aku mencoba mendaftarkannya ke sekolah dekat rumah dan mengemukakan segala keistimewaannya, mereka menerima dan sangat mendukung agar lelakiku ini sekolah.

Lomba mewarnai..ya selang beberapa minggu diadakan lomba mewarnai disekolah, " wah..gimana ya, apakah dia bisa atau tidak" pertanyaan itu selalu terngiang di benakku, tapi pihak sekolah selalu meyakinkan kalau semua akan baik baik saja, ya. Aku takut dia merusak acara.

Lelaki kecilku mengikuti lomba mewarnai di sekolahnya, aku tak tahu prosesnya karena aku tidak mendampingi, kuserahkan sepenuhnya pada miss pengajarnya, karena dia tidak akan mau mengikuti acara perlombaan kalau melihatku disana, dia pasti mengikutiku. Ketika acara hampir selesai barulah aku datang kesana sambil mengendap endap agar dia tidak melihatku, dia tidak betah duduk diam menunggu pengumuman nama pemenang di bacakan, setiap dia beranjak dari kursi pasti miss pengajar akan mengembalikannya untuk duduk lagi. Sesekali dia teriak kencang hanya melepaskan kejenuhannya, hebat ya.. karena aku saja pun kalau sedang jenuh juga ingin teriak kencang tapi terlalu banyak ego didalam hati yang membuat itu tidak terjadi.

Alhamdulillah ternyata dia bisa mewarnai, setidaknya itu yang aku lihat dari kertas yang dibagikan gurunya, aku tidak memikirkan kemenangannya dalam perlombaan mewarnai tapi aku bangga dia mampu menang dihatiku, dia telah mengalahkan pemahamanku tentang dirinya, dia mengalahkan kekhawatiranku tentang keistimewaannya.

Kalau kita harus memulai langkah kita dari minus itu tak mengapa nak, karena kita sudah melangkah...

  • view 116