Ayah, berikan aku kail bukan umpan

31
Karya 31  Kategori Motivasi
dipublikasikan 23 Februari 2016
Ayah, berikan aku kail bukan umpan

Proses, sebuah proses sangat di butuhkan untuk meraih hasil. Sebagai orang tua, kita terkadang merasa sukses kalau mampu memberikan kebutuhan anak jauh lebih mencukupi dari pada apa yang kita dapatkan dimasa kita kecil. Tapi bagaimana keadaannya dari sisi sang anak? Tidak semua maksud baik orang tua mampu dicerna dan menghasilkan sesuatu yang baik pula bagi sang anak.

Anak, suka jika diberi atau dipenuhi keinginannya walaupun dengan memenuhi keinginannya orang tua harus berhemat untuk pembelian yang lain, bagaimana anak bisa mengerti bahwa kita butuh sebuah proses untuk menghasilkan sesuatu dan sesuatu itu pun tak selamanya harus segera dihabiskan atau di nikmati spontan pada saat itu juga. Cara agar anak mengerti tentang proses atau usaha dalam menghasilkan sesuatu itu yang paling tau adalah orang tuanya sendiri, karena beda sistem yang berlangsung pada keluarga A dan keluarga B.

Orang tua lebih tau kondisi anaknya, batas mana yang mampu dipahami anaknya tentang proses mendapatkan sesuatu, contoh ketika anak mendapatkan peer dari sekolah yaitu menjawab soal latihan bab 3 misalnya, si anak akan membuka buka pada soal-soal latihan bab 3, lalu membaca soal dan mulai menjawabnya, pada saat dia kesulitan dia akan bertanya pada orang tuanya apa jawabannya, padahal untuk menjawab soal latihan bab 3 hanya perlu menguasai atau membaca pelajaran yang sudah di input di bab 3 itu sendiri. Orang tua tak perlu langsung menjawab pertanyaan anak, menurut saya cukup memberikan bimbingan kepada anak kira kira jawabannya ada dimana dan anak harus mencari. Disinilah sebuah proses terjadi, proses mencari jawaban yang di lakoni anak sendiri tidak langsung mendapatkan dengan hanya bertanya pada orang tua.

Setiap proses demi proses yang dilatih pada anak adalah pembelajaran untuk banyak proses di kehidupannya kelak, contoh ?lain ketika anak diajak mencuci piring, terkadang ada juga pihak keluarga yang melarang karena anak masih kecil, padahal banyak pelajaran yang bisa terserap oleh anak dari usia kecil, cukup piringnya saja yang diganti piring anti pecah sesuaikan dengan usia anak, bukan anak yang diamankan dari segala aktivitas yang seharusnya bakal dihadapinya di saat dewasa.

Hanya sekelumit pendapat saya saja mungkin dan pengalaman pribadi dimana pendidikan anak tidak akan sama pada keluarga yang satu dengan yang lainnya, semoga sebuah proses yang terlihat biasa dan sering dilakukan sebagai rutinitas di rumah mampu mangajari anak anak kita untuk selalu berusaha dan berfikir optimis dalam mendapatkan hasil yang cemerlang di masa depannya kelak.

?

  • view 134